Daerah

KPUD Bondowoso Disarankan Punyai Tim IT

Agar Pelaksanaan Pemilu Lebih Berkualitas

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Tahapan terahir dari pekerjaan KPUD Bondowoso adalah Focus Group Discussion (FGD). Kali ini FGD yang digelar oleh KPD tidak hanya sekedar seremonial, tapi betul-betul menerima masukan bahkan kritikan dari peserta FGD.

FGD dibagi empat sesi dan yang menarik adalah sesi keempat atau terahir yang dimoderatori oleh Rektor Unej Bondowoso, Dr. Fathorrosi. Dengan kocaknya, ilmuwan asli Bondowoso ini mengajak peserta FGD ikut memberikan masukan demi pelaksaan Pemilu lebih baik.

“Masukan atau infornasi dari peserta sangat penting untuk perbaikan system Pemilu. Sehingga tahapan Pemilu sesuai dengan qoidah demokrasi dan hasilnya sangat berkualitas,” kata Rosi, sapaannya.

Saya berharap, lanjutnya, tenaga ahli dibidang IT diprioritaskan. Mengingat saat ini tidak sedikit peretas data penting hanya dilakukan dengan gerakan jari-jari saja. Di KPUD Bondowoso banyak sekali data yang harus diamankan.

Ditambahkan, mulai dari data pemilih hingga profile calon, baik calon legislative maupun calon Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso. Itu semua harus dilindungi, sebab untuk mendapatkan data pemilih dan profile calon tersebut membutuhkan biaya yang besar dan tahapan yang rumit.

Rosi menyarankan, Medoso yang dimiliki oleh KPUD Bondowoso jangan hanya sebagai lipstick saja. Tapi isinya harus betul-betul update sesuai kondisi nyata. Sebab kalau informasinya lawas, akan menyesatkan followenya.

Salah satu peserta yang juga jurnalis BeritaNasional.ID, Syamsul Arifin menyarankan kepada KPUD Bondowoso agar membentuk tim cyber. Mengingat dalam Pilbup ada kasus yang hampir menyebabkab chaos.

“Ada unggahan Medsos yang isinya sangat tidak beretika. Maka agar hal itu tidak terjadi lagi, kami sarankan KPUD Bondowoso mempunyai tim cyber. Fungsinya untuk mentracking asal muasal Medoss tersebut lalu diberi pembinaan,” jelasnya.

Ketua KPUD Sudaedi dan Sekretaris Toidin mengatakan, lembaganya sengaja mengundang moderator dan peserta yang kritis untuk memberikan masukan agar Pemilu yang akan datang lebih berkualitas. (Syamsul Arifin/Bernas)

 

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button