Mas Rio Kukuhkan Dewan Pengawas PDAM Situbondo, Target 50.000 Pelanggan Jadi Tantangan

BeritaNasional.id, SITUBONDO – Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo meminta Dewan Pengawas dan jajaran karyawan Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Baluran meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Salah satu target yang harus dikejar adalah meningkatkan jumlah pelanggan hingga mencapai 50.000 sambungan.
Pesan tersebut disampaikan Bupati yang akrab disapa Mas Rio saat mengukuhkan Dewan Pengawas PDAM Tirta Baluran Kabupaten Situbondo periode 2026–2030 di aula Pendopo Pate Alos Besuki. Kamis (29/10/2026).
Dalam arahannya, Mas Rio menegaskan bahwa peningkatan jumlah pelanggan harus berjalan beriringan dengan perbaikan pelayanan. Menurut dia, jajaran direksi, dewan pengawas, dan seluruh karyawan harus memiliki komitmen yang sama untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.
Ia meminta karyawan tidak menjadikan keluhan sebagai alasan untuk mengabaikan tanggung jawab, tetapi sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan.
“Jangan pernah mengeluh dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” demikian pesan Mas Rio kepada jajaran PDAM Tirta Baluran.
Bupati juga menyoroti target 50.000 pelanggan yang hingga kini belum tercapai. Karena itu, seluruh jajaran perusahaan daerah tersebut diminta bekerja lebih optimal untuk memperluas jangkauan pelayanan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Mas Rio berharap tidak ada lagi keluhan masyarakat yang terus berulang terkait pelayanan air bersih. Ia menilai, perusahaan daerah harus mampu menjadi tempat pertama bagi pelanggan untuk menyampaikan pengaduan sekaligus memperoleh penyelesaian.
Menurutnya, masih adanya masyarakat yang menyampaikan keluhan langsung kepada bupati menunjukkan perlunya evaluasi terhadap mekanisme pelayanan dan penanganan pengaduan di lingkungan PDAM Tirta Baluran.
“Untuk PDAM, saya tidak ingin ada penilaian negatif dari warga terkait keluhan-keluhan pelayanan,” tegasnya.
Dewan Pengawas Diminta Kawal Target Perusahaan
Usai dikukuhkan sebagai Dewan Pengawas PDAM Tirta Baluran periode 2026–2030, Drs. H. Akhmad Yulianto, M.Si., menyatakan siap mengawal kebijakan perusahaan, termasuk pencapaian target pelanggan dan peningkatan kualitas pelayanan.
Ia menjelaskan, salah satu tugas yang perlu mendapat perhatian adalah mengawal Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) yang disusun bersama jajaran direksi sesuai mekanisme perusahaan.
Selain itu, dewan pengawas akan mendorong agar PDAM Tirta Baluran semakin optimal menjalankan fungsinya sebagai penyedia layanan publik sekaligus perusahaan daerah yang harus dikelola secara profesional.
“Kita harus menjadi public service, servant leaders. Kita harus terdepan dalam pelayanan,” ujar Akhmad Yulianto.
Ia menegaskan, PDAM Tirta Baluran memiliki dua tanggung jawab yang harus berjalan seimbang, yakni memberikan pelayanan kepada masyarakat dan menjaga kesehatan perusahaan dari sisi pengelolaan usaha serta keuangan.
Karena itu, pengawasan tidak hanya diarahkan pada peningkatan jumlah pelanggan, tetapi juga pada perluasan jangkauan layanan, perbaikan kinerja, dan tata kelola keuangan yang semakin baik.
Akhmad Yulianto mengatakan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan direksi untuk memastikan target yang telah ditetapkan dapat tercapai.
Meski target 50.000 pelanggan belum terpenuhi, ia optimistis angka tersebut dapat diraih melalui kerja sama dan komitmen seluruh jajaran perusahaan.
“Kami akan mengawal apa yang sudah disampaikan Bapak Bupati, terutama terkait pelayanan dan pencapaian target 50.000 pelanggan,” ujarnya.
Pelayanan Publik Jadi Prioritas
<span;>Pengukuhan Dewan Pengawas periode 2026–2030 diharapkan menjadi momentum bagi Perumda Air Minum Tirta Baluran untuk memperkuat kinerja perusahaan sekaligus meningkatkan kepuasan pelanggan.
Bagi masyarakat, keberhasilan perusahaan daerah penyedia air minum tidak hanya diukur dari pertumbuhan jumlah pelanggan, tetapi juga dari kualitas distribusi air, kecepatan penanganan pengaduan, dan kemampuan perusahaan memenuhi kebutuhan air bersih secara berkelanjutan.
Karena itu, tantangan yang disampaikan Bupati Situbondo menjadi pekerjaan rumah bagi jajaran direksi, dewan pengawas, dan seluruh karyawan untuk membuktikan bahwa peningkatan kinerja perusahaan berjalan seiring dengan perbaikan pelayanan kepada masyarakat.



