Pada Malam Pergantian Tahun, Bupati Sampaikan Capaian Selama Memimpin Bondowoso Bersama Wabup

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Pada penghujung tahun 2025 dan menyambut tahun baru 2026, Bupati Bondowoso, KH. Abd. Hamid Wahid melakukan muhasabah atau introspeksi diri.
Dalam muhasabah tersebut, Kyai Hamid, sapaannya, mengambil tema Musabah Akhir Tahun Dalam Semangat Berkah Menyambut Tahun Baru 2026. Bupati bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh masyarakat Bondowoso.
“Kami juga menyampaikan terimakasih kepada Forkopimda, Perangkat Daerah, Instansi, dan Lembaga serta seluruh stakeholder terkait, yang telah menjadi bagian penting implementasi sinergitas dan kolaborasi Pembangunan di Kabupaten Bondowoso selama hampir satu tahun terakhir,” jelasnya.
Pada momen ini, Bupati menyampaikan kepada seluruh masyarakat capaian-capaian Pembangunan di Kabupaten Bondowoso, sejak dilantik bersama Wakil Bupati Ra As’ad Syafi’I Yahya pada tanggal 20 Februari 2025.
Visi Misi Bondowoso 2025–2030 adalah Mewujudkan Bondowoso Tangguh, Unggul, Berdaya Saing Global Dan Berbudaya Dalam Bingkai Keimanan dan Ketakwaan. Dalam menjalankan pemerintahan, Bupati focus pada tata kelola pemerintahan yang transparan, pembangunan infrastruktur, pendidikan, serta layanan publik yang inklusif.
Kami, lanjutnya, berkomitmen memperkuat ekonomi lokal di sektor pertanian dan industri kreatif, sembari menjaga ketahanan sosial dan kesehatan masyarakat. Dengan mengoptimalkan pariwisata dan melestarikan kearifan lokal, untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri, harmonis, dan sejahtera.
“Dalam melakukan percepatan pembangunan kami melakukan inovasi-inovasi yang tersusun dalam 50 Program Unggulan. Alhamdulillah hingga hari ini sudah lebih dari 30 Program Unggulan Pemerintah Kabupaten Bondowoso yang sudah terealisasikan,” ujarnya.
Mulai dari program RANTAS (Infrastruktur Jalan Tuntas) di 200 lebih titik, Bondowoso Menyala, pupuk gratis untuk petani tembakau. Ada 4.366 petani yang sudah menerima ASTANI (Asuransi untuk Petani Rawan Gagal Panen). Terealisasi seluas 245 hekatare yang mengcover 592 Petani Se Kabupaten Bondowoso.
Kemudian, ada juga Program 1 Desa 1 Klinik Pertanian, DIGISATA (Digitalisasi Situs Pariwisata), BIROKRASI Merdeka, dan Program Permata (Perempuan Mandiri Tangguh) melalui pelatihan dan peningkatan skill bagi kelompok perempuan.
Bupati juga mengupayakan seluruh masyarakat mendapatkan akses layanan Jaminan Kesehatan Gratis melalui Program UHC, akses pendidikan kepada 291 Mahasiswa yang memperoleh Beasiswa Bondowoso Unggul.
“Untuk mempermudah masyarakat mengakses layanan, kami juga telah menjalankan program SATU PADU (Satu Pintu Layanan Terpadu). Diantaranya telah dibukanya akses layanan Mall Pelayanan Publik bagi seluruh masyarakat di Bondowoso,” dawuhnya.
Kami juga, lanjutnya, telah memberikan Layanan Kesehatan Ternak Gratis untuk 600 ekor sapi. Bantuan BISARAH (Bantuan Insentif bagi Hafidz Quran), BPJS Ketenagakerjaan gratis bagi 23.000 buruh tani.
Bantuan bagi Guru Ngaji, bantuan tunai bagi buruh pabrik, BELATI (Bantuan Alat Pertanian), Bantuan Listrik Gratis kepada sekitar 3000 KK Penerima Manfaat, Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni dan BOSDA MADIN selama 12 bulan penuh.
Bupati bekerjasama dengan Pengadilan Agama Bondowoso dengan memberikan Layanan Isbat Nikah Gratis melalui program BUPATI MANTU. Melakukan MoU dengan beberapa perguruan tinggi untuk optimalisasi inovasi Bondowoso sebagai Pusat Tridharma.
“Program-program inilah yang menjadi pendorong tercapainya berbagai penghargaan dan capaian indikator yang diperoleh oleh Kabupaten Bondowoso. Lebih dari 75 penghargaan yang diperoleh untuk mendukung tercapaian target program pembangunan di Kabupaten Bondowoso,” jelasnya.
Ada beberapa hal, lanjutnya, yang membuat kami bersyukur. Berdasarkan rilis data BPS, Pertumbuhan Ekonomi Bondowoso mendapatkan peringkat pertama se-Tapal Kuda dan Nomor 2 se-Provinsi Jawa Timur pada Triwullan III tahun 2025, yang mencapai angka 6,46%.
Ekspor Kopi, peningkatan realisasi investasi, peningkatan ketahanan pangan terus meningkat. Hal ini juga sejalan dengan menurunnya angka kemiskinan menjadi 12,20% di tahun 2025.
Tingkat Pengangguran Terbuka juga mengalami penurunan dari 3,63% menjadi 2,55%. Prevalensi stunting turun dari 17% menjadi 11,2%. Dan angka perkawinan anak, hingga akhir 2025 hanya 143 putusan, turun 48 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
“Kami berharap capaian-capaian tersebut tidak membuat kami terlena, namun dengan penuh optimis dan semangat kami akan terus berpacu mengejar ketertinggalan ketertinggalan dari daerah lain,” harapnya.
Kami menyadari, lanjutnya, bahwa kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat yang berlaku secara nasional membuat pemerintah daerah memiliki banyak keterbatasan, namun kami yakin dan optimis, dengan dukungan dari para tokoh dan partisipasi dari seluruh elemen masyarakat, Kabupaten Bondowoso akan menjadi daerah yang berkah berkemajuan.
Melalui slogan BERKAH, BERKUALITAS, AKSELERATIF DAN HOLISTIK, Bupati terus mengajak kepada seluruh masyarakat Bondowoso untuk mensyukuri apa yang sudah dicapai, bermuhasabah dan introspeksi serta meningkatkan ghirroh dan semangat untuk terus bersama-sama membangun Kabupaten Bondowoso.
“Kami berkomitmen akan terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh masyarakat. Terimakasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan muhasabah malam hari ini. Selamat menyambut Tahun Baru 2026, semoga Allah memberikan keberkahan,” pungkasnya. (Syamsul Arifin/Bernas)



