Panen Perdana Edamame di Situbondo Capai 7 Ton per Hektare, Siap Tembus Pasar Ekspor

BeritaNasional.id, SITUBONDO, – Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menunjukkan potensi besar dalam pengembangan tanaman edamame. Dalam panen perdana yang digelar di Desa Gelung, Kecamatan Panarukan, hasil panen edamame mencapai 7 ton per hektare.
Meski masih tahap awal, hasil tersebut dinilai sudah memenuhi standar ekspor, terutama pasar Jepang, yang dikenal memiliki kriteria ketat dalam kualitas produk pertanian.
“Hasil ini sudah cukup bagus untuk pemula. Polongnya penuh dan hijau cerah. Memang ada kekurangan dari sisi populasi karena kendala air saat awal tanam, tapi secara keseluruhan sudah masuk standar Jepang,” ujar GM Research and Development PT Mitra Tani 27, Edy Zaen Yuliantoko, saat ditemui di lokasi panen, Kamis (2/10/2025).
Edy menambahkan, dengan perawatan yang optimal, produktivitas edamame di Situbondo bisa ditingkatkan hingga 14 ton per hektare, sebagaimana telah dicapai di beberapa wilayah seperti Jember.
“Potensi edamame ini besar. Permintaan global terus naik. Dari satu hektare bisa untung sampai Rp40 juta,” ujarnya.
PT Mitra Tani 27 selaku pembeli hasil panen juga siap menampung produksi petani lokal. Harga beli edamame kualitas premium mencapai Rp10.000 per kilogram, sedangkan non-premium dibeli seharga Rp4.000 per kilogram.
Panen perdana ini turut dihadiri Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, yang menyampaikan optimisme terhadap masa depan edamame di wilayahnya.
“Polongnya besar, kualitasnya bagus, dan ini baru tanam pertama. Artinya, dengan perlakuan yang lebih baik, hasilnya bisa lebih tinggi. Saya mengajak petani Situbondo untuk mulai menanam edamame karena tanah kita cocok,” kata Rio.
Menurutnya, selain pasar domestik, permintaan ekspor edamame juga semakin terbuka luas, terutama ke pasar Jepang, Korea, dan negara-negara Asia lainnya.
Komandan Kodim 0823/Situbondo, Letkol Inf. Tri Wiratno, mengatakan bahwa lahan yang dipanen saat ini merupakan hasil tanam langsung dari Komandan Korem 083/Bdj beberapa bulan lalu.
“Ini adalah panen perdana. Waktu tanamnya cepat, dan hasilnya cukup bagus. Jadi ini bisa jadi pembelajaran bagi petani agar ke depan bisa meningkatkan produksi melalui perawatan yang lebih intensif,” ungkap Tri.
Dengan keberhasilan awal ini, pemerintah daerah dan pihak terkait optimistis edamame akan menjadi salah satu komoditas unggulan baru di Situbondo, sekaligus membuka peluang ekspor yang lebih luas bagi petani lokal.



