Pelayanan Dasar Kepada Masyarakat Akan Diawali Dengan Toilet Bersih, Hususnya Di Lembaga Pendidikan

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Untuk mengetahui apakah suatu lembaga mengeterapkan kebersihan, tinggal melihat toiletnya. Kalau toilet bersih, bisa dipastikan lingkungan kerja kantor tersebut juga bersih, begitu juga sebaliknya.
Hal itu disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan Arif Fakhrulloh, SH, MH saat memberikan arahan kepada ribuan ASN Pemkab Bondowoso di Pendopo Bagus Asra, Jumat (23/10/2026).
“Untuk memberikan pelayanan dasar pada masyarakat, kita awali dari yang sepelu dulu, yaitu kebersihan toilet. Kalau toiletnya bersih, maka disamping sebagai indicator lingkungan bersih, juga sebagai tanda pelayanan di Kantor tersebut bagus,” kata Zudan, sapaannya.
Oleh karena itu, lanjutnya, saya dorong Pemkab Bondowoso, agar setiap instansi, hususnya di lembaga pendidikan mulai dari PAUD/TK, SD, dan SMP, mempunyai toilet yang cukup dalam keadaan bersih.
Bupati Bondowoso, Dr. KH. Abdul Hamid Wahid, MAg, menyambut positif dorongan dari BKN. Ia menilai arahan itu menjadi penyemangat bagi jajarannya dalam membenahi dan meningkatkan kualitas program pelayanan daerah.
Termasuk program unggulan Pemkab Bondowoso, Si Zona, yang sejalan dengan arah kebijakan BKN. “Ini sudah on the track. Kita berjalan bersama dalam memetakan serta mengambil kebijakan,” ujar Ra Hamid, sapaannya.
Terkait target kebersihan fasilitas sekolah, terutama toiletnya, Bupati memastikan akan terlaksana. “Dinas Pendidikan sudah berkomitmen untuk menjalankannya mulai dari TK, SD, hingga SMP negeri,” tegasnya.
Suasana pengarahan sempat mencair dan disambut riuh para peserta ketika Zudan berseloroh berjanji akan menaikkan pangkat Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Taufan Restuanto, kalau program toilet bersih di lembaga pendidikan ini berjalan.
Syaratnya, Kadispendik harus mampu menyulap seluruh toilet sekolah negeri menjadi bersih sesuai target pada 31 Desember 2026 mendatang. “Kita awali pelayanan dasar melalui program toilet bersih dari SD, SMP, dan TK,” ujar Zudan. (Bernas/Syamsul Arifin)



