Pemkab Bone Bolango Dorong Kawasan Perdesaan jadi Penggerak Ekonomi

BeritaNasional.ID, JAKARTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone Bolango mulai mendorong pengembangan Kawasan Perdesaan sebagai strategi baru untuk mengintegrasikan potensi ekonomi antardesa, membuka peluang usaha, sekaligus mempercepat penurunan kemiskinan.
Langkah tersebut diperkuat melalui kunjungan kerja jajaran Pemkab Bone Bolango ke Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia, di Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Dalam kunjungan itu, Kepala Bappeda Litbang Bone Bolango, Sri Mulyani Lalijo, menjadi salah satu tokoh penting yang mendorong agar konsep pembangunan kawasan disusun secara terarah dan terintegrasi dengan perencanaan pembangunan daerah.
Sri Mulyani mengatakan, pengembangan Kawasan Perdesaan tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Menurutnya, potensi ekonomi, sumber daya manusia, infrastruktur dan kebutuhan masyarakat antardesa harus dipetakan dalam satu kesatuan agar mampu menghasilkan nilai tambah.
“Kawasan perdesaan ini kita dorong sebagai pendekatan pembangunan yang lebih terintegrasi. Kita tidak hanya melihat apa yang bisa dibangun, tetapi juga bagaimana potensi antar desa dapat dikoneksikan dan menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Sri Mulyani.
Menurutnya, Bone Bolango memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan melalui pendekatan kawasan, mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, UMKM hingga sektor ekonomi berbasis potensi lokal lainnya.
Karena itu, kata Sri Mulyani, Bappeda Litbang akan memastikan konsep kawasan perdesaan memiliki arah pembangunan yang jelas dan selaras dengan dokumen perencanaan daerah.
Sri Mulyani menilai pendekatan kawasan memungkinkan pemerintah daerah melakukan intervensi pembangunan secara lebih efektif. Potensi, persoalan dan kebutuhan masing-masing desa dapat dipetakan, kemudian dikoneksikan sehingga tidak lagi berjalan secara parsial.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita memastikan perencanaan ini punya arah yang jelas, indikator yang terukur dan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena tujuan akhirnya adalah bagaimana desa menjadi lebih produktif dan masyarakat semakin berdaya,” jelasnya.
Sementara itu, Asisten II Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Sumber Daya Alam Setda Bone Bolango, Yusbar Ismail, mengatakan pengembangan kawasan perdesaan diharapkan menjadi instrumen baru dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Ia menegaskan, pembangunan desa tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Potensi yang tersebar di sejumlah desa perlu dihubungkan sehingga dapat membentuk pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Sri Mulyani menambahkan, konsultasi dengan Kementerian Desa menjadi tahapan awal untuk memperoleh masukan sekaligus memastikan konsep Kawasan Perdesaan Bone Bolango sesuai dengan kebijakan dan skema pembangunan nasional.
Tahapan berikutnya akan diarahkan pada penyusunan konsep kawasan, pemetaan potensi desa, hingga penentuan program prioritas yang memiliki dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, kawasan perdesaan diharapkan tidak sekadar menjadi konsep pembangunan, tetapi mampu menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi desa sekaligus instrumen percepatan pengentasan kemiskinan di Bone Bolango.



