Polewali MandarSulawesi Barat

Pemkab Polman Siaga Kekeringan, Antisipasi Dampak El Nino hingga 2027

BeritaNasional.ID POLMAN SULBAR– Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, memperkuat langkah antisipasi kekeringan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Mitigasi Kekeringan di Ruang Pola Kantor Bupati, Kamis (20/8/2026).

Rakor dibuka Bupati Polman, H. Samsul Mahmud, dan dihadiri unsur TNI-Polri, BMKG Sulbar, BRMP Sulbar, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi V Mamuju, serta jajaran pemerintah terkait.

Berdasarkan laporan BMKG melalui Pos Pengamatan Majene, fenomena El Nino berintensitas sangat kuat diperkirakan berlangsung hingga Januari 2027. Meski musim hujan diprediksi mulai Oktober–November 2026, curah hujan diperkirakan masih relatif rendah sehingga risiko kekeringan tetap perlu diwaspadai.

Dampaknya mulai terlihat pada sejumlah daerah irigasi. Tinggi muka air di Bendung Sekka-Sekka dilaporkan menyusut hingga minus 5 sentimeter.

Jika kondisi berlanjut tanpa hujan, pasokan air untuk Musim Tanam (MT) III 2026, terutama di wilayah hilir, berpotensi terganggu.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, pemerintah mendorong penggunaan varietas padi tahan kekeringan dan berumur genjah dengan masa panen sekitar 70–100 hari.

Pengelolaan air yang efisien serta penerapan teknologi pertanian juga akan diperkuat melalui pendampingan penyuluh.
Selain itu, upaya mitigasi mencakup penyediaan pompa air, pembangunan sumur bor dalam, rehabilitasi jaringan irigasi tersier, dan optimalisasi lahan melalui dukungan pemerintah maupun swadaya masyarakat.

Melalui koordinasi lintas sektor ini, Pemkab Polman berupaya menekan risiko gagal panen dan menjaga produktivitas pertanian, terutama bagi petani yang bergantung pada pasokan air Bendung Sekka-Sekka di tengah ancaman kekeringan berkepanjangan.

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button