Perkuat Karakter Bangsa, Bupati Sanusi Buka Pemilihan Duta Pancasila Kabupaten Malang 2026

BeritaNasional.ID, Kabupaten Malang – Upaya memperkuat karakter kebangsaan generasi muda sekaligus mendorong lahirnya figur teladan di tengah masyarakat kini terus digalakkan. Melalui wadah strategis ini, para pemuda dipersiapkan untuk menjadi penggerak utama dalam mengamalkan nilai-nilai luhur dasar negara di era modern. Momentum berharga dalam mencetak kader-kader berintegritas tersebut secara resmi dimulai saat Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., membuka ajang Pemilihan Duta Pancasila Kabupaten Malang Tahun 2026 di Aula Polres Malang pada Minggu (4/10/2026) pagi.
Acara pembukaan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting daerah, di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Dr. Ir. Budiar, M.Si., jajaran Forkopimcam Kepanjen, perwakilan Yayasan Duta Pancasila, Kapolres Malang, serta para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) seperti Dispora, Kesbangpol, Diskominfo, dan Inspektorat Kabupaten Malang.
Pancasila di Ruang Digital: Menjawab Tantangan Zaman
Dalam sambutannya, Bupati Sanusi menegaskan bahwa Pancasila jangan hanya dijadikan sebagai rangkaian hafalan lima sila sejak bangku sekolah. Lebih dari itu, ideologi negara ini harus menjadi fondasi hidup dan pedoman nyata dalam merawat keberagaman suku, agama, dan budaya yang ada di wilayah Kabupaten Malang.
Sanusi juga menyoroti tantangan generasi muda yang kian kompleks di era digital. Menurutnya, lompatan teknologi dan media sosial membawa sisi mata uang ganda; memberikan banyak kemudahan, tetapi di sisi lain memicu kerawanan sosial.
“Kemajuan teknologi menghadirkan tantangan nyata berupa maraknya hoaks, ujaran kebencian, intoleransi, perundungan, hingga polarisasi sosial. Di sinilah nilai Pancasila harus hadir sebagai benteng,” ujar Sanusi.
Ia pun menaruh harapan besar agar generasi muda Kabupaten Malang mampu memanfaatkan ruang digital secara bijak. Media sosial sudah saatnya dioptimalkan sebagai sarana inklusif untuk menyebarkan pesan persatuan, toleransi, dan narasi positif kebangsaan.
Bukan Sekadar Kompetisi dan Simbol
Pemerintah Kabupaten Malang mengapresiasi seluruh pihak yang menginisiasi program ini. Sanusi menekankan bahwa pemilihan Duta Pancasila tidak boleh dipandang sebagai kompetisi meraih gelar juara semata, melainkan sebuah investasi jangka panjang untuk membentuk kepribadian pemuda yang berintegritas, memiliki kepedulian sosial, serta berani menjadi teladan.
Bupati Malang ini berpesan agar gelar Duta Pancasila nantinya tidak berhenti menjadi simbol di atas panggung. Siapa pun yang terpilih maupun yang belum berhasil mendapatkan predikat utama, tetap memikul tanggung jawab moral yang sama sebagai penggerak di lingkungan masing-masing.
“Menjadi Duta Pancasila bukan soal gelar, melainkan soal sikap dan tindakan nyata. Bagi yang terpilih, jadilah duta yang benar-benar hadir di tengah masyarakat. Jangan hanya menjadi simbol, tetapi jadilah teladan yang membawa energi positif,” pungkas Sanusi.
Melalui perhelatan ini, Pemkab Malang optimis dapat melahirkan generasi emas yang berkarakter kuat, cerdas secara intelektual, dan siap menjaga persatuan demi mewujudkan Kabupaten Malang yang lebih harmonis, inklusif, serta berdaya saing global. (den/ady)



