Pj Sekda Bondowoso Minta Pada Mahasiswa KKN Edukasi Masyarakat

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Ada tiga masalah besar yang harus dihadapi Pj Bupati Drs. H. Bambang Soekwanto, S.Sos, MM yang harus dihadapi. Yaitu kemiskinan ekstrim, tingginya angka stunting dan tingginya angka pernikahan dini.
Hal itu disampaikan Pj Sekda Bondowoso, Hj. Haeriyah Yuliati, S.Sos, MM saat melepas Kuliah Kerja Nyata (KKN) Persemakmuran PTKIN Eks IAIN Sunan Ampel Tahun 2024, atau KKN Kolaboratif.
“Tiga persoalan itu, saat ini telah menjadi prioritas dan pekerjaan rumah yang akan dituntaskan Pemerintah Bondowoso,” ujar Haeriyah, sapaannya. Namun prioritas utama pemerintah akan menuntaskan permasalah kemiskinan ekstrim.
Kedua, lanjutnya, menurunkan angka stunting dan ketiga menurunkan angka pernikahan dini. Diharapkan kepada Mahasiswa KKN, agar dapat memberikan edukasi kepada masyarakat, supaya masyarakat tidak menikahkan putra-putrinya di usia dini.
Disamping itu, mahasiswa yang menjalani KKN juga diminta untuk memberikan pemahaman dan sosialisasi ketika melakukan pendekatan kepada anak-anak di usia produktif, agar mereka melanjutkan sekolahnya dan tidak berpikir untuk melakukan pernikahan di usia dini.
Perempuan yang juga menjabat Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso itu mendorong, agar Mahasiswa memberikan motivasi kepada masyarakat agar mengatasi permasalah permasalahan yang mereka hadapi saat ini.
Menurutnya, stunting ini terjadi bukan hanya dipicu karena masalah kemiskinan saja. Banyak faktor yang menjadi penyebab, diantaranya mindset atau pola pikir masyarakat terhadap kesehatan yang masih kurang, tingginya pernikahan dini, serta hal lain yang menjadi pemicu tingginya angka stunting.
“Kami berharap pada adik-adik mahasiswa memberikan edukasi kepada warga masyarakat tentang penyebab stunting. Ketika masyarakat sudah mengetahui penyebab stunting, maka mereka bisa memperbaiki pola hidupnya, mulai dari pencegahan pernikahan dini sampai memperbaiki kualitas hidup mereka,” kata Haeriyah. (Syamsul Arifin/Advertorial/Bernas)



