DaerahHukum & KriminalRagamSosial

Proyek Pembangunan Atap Paviliun RSUD DR. H. M. Rabain Diduga Kuat Mark-Up

BeritaNasional.ID, Muara Enim – Proyek yang menelan biaya besar senilai 2 Milyar untuk pekerjaan pembuatan atap paviliun Rumah Sakit DR. H.M Rabain yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Tahun 2019 Kabupaten Muara Enim, Propinsi Sumatera Selatan yang dikerjakan oleh CV. Alifiandra Mitra Sejahtera yang beralamat di Desa Sumber Asri, Kecamatan Lubai, Kabupaten Muara Enim diduga kuat terjadi mark-up.

Perihal kejanggalan tersebut ditemukan atas dasar keterangan masyarakat berinisial S dan F yang kemudian awak media bersama tim menelusuri serta mengkonfirmasi permasalahan tersebut ke pihak terkait.

“Diduga kuat, besi U diganti dengan besi CNP tersebut menyalahkan spesifikasi yang sebenarnya, dikarenakan besi U mahal harganya. Maka dialihkan ke biaya pemakaian listrik selama pengerjaan, kemudian di Contract Change Order (CCO) kan,” ungkap S dan F.

Selanjutnya diduga kuat dari surat berita acara hasil negosiasi harga tertuang angka Rp.110 jt untuk pemasangan pemakaian Api PLN tapi saat dikonfirmasi ke pihak PLN total hanya Rp.26 jt’an baru dibayar Rp.15 jt’an sehingga masih terhutang Rp.11 jt’an lagi.

“Ini benar-benar mark-up,” papar S dan F.

Kemudian menurut S, diduga kuat pula terjadi mark-up dari biaya sewa crane mobile/gantung yang berjumlah 39 jt’an dan pembuatan/sewa Direksi Kit berjumlah 15 jt’an karena tidak adanya bukti sah nota/kwitansi yang resmi.

Selain itu disisi lain aktivitis berinisial A dan C yang tinggal di Muara Enim mengkritisi pekerjaan proyek tersebut.

“Kami minta kepada para aparatur penegak hukum khususnya pihak Inspektorat, BPK, Kepolisian, Kejaksaan serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia segera menindaklanjuti dan memeriksa pekerjaan proyek pembuatan atap paviliun rumah sakit tersebut bongkar usut sampai tuntas,” ucapnya.

“Proses tender hingga pekerjaan proyek itu diduga kuat dan disinyalir sudah terindikasi tindak pidana korupsi yang telah tersistematis,” ujar A dan C.

Negara diduga kuat telah mengalami kerugian berjumlah ratusan juta rupiah dari pekerjaan proyek tersebut. Saat dikonfirmasi kembali, Sabtu (6/6/2020) ke perusahaan/pelaksana yang mengerjakannya, melalui telepon dan whatsapp, H. Ardiansyah mantan Ketua salah satu organisasi kepemudaan besar dan juga Ketua harian salah satu partai di Kab. Muara Enim ini menjelaskan bahwa, “Memang benar proyek itu saya yang mengerjakannya, karena saya orang hebat di Kabupaten Muara Enim dan semua orang kenal saya,” ucapnya.

“Kepada oknum aktivis yang saya anggap kacangan itu telah melaporkan pekerjaan proyek ini, saya tantang kita adu data. Bila tidak terbukti saya akan laporkan balik. Jika sebaliknya memang itu benar saya salah silakan lapor ke aparat penegak hukum,” tegas H. Ardiansyah. (Fedy)

Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close