Pulihkan Luka, Kembalikan Tawa: Trauma Healing Anak Penyintas Kebakaran Galung Tuluk

BeritaNasional.ID POLMAN SULBAR–Upaya pemulihan psikologis bagi anak-anak penyintas kebakaran di Desa Galung Tuluk, Kecamatan Balanipa, terus dilakukan. Pada Rabu, 4 Maret 2026,
Kegiatan Trauma Healing bertema “Bangkit Bersama, Tersenyum Kembali” digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi mental dan emosional anak-anak pascabencana.
Kegiatan ini melibatkan kolaborasi berbagai pihak, di antaranya Dinas Sosial Kabupaten Polewali Mandar, PK Bapas, P2TP2A, Pendamping Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial, Komunitas GPP, serta Komunitas Peduli Kemanusiaan Kabupaten Polman.
Trauma healing dilaksanakan dengan penuh kehangatan dan keceriaan.
Para relawan sosial turun langsung berperan aktif mendampingi anak-anak melalui berbagai metode edukatif dan rekreatif, seperti permainan kelompok, sesi motivasi dan penguatan mental, layanan dukungan psikososial, serta interaksi langsung yang bertujuan mengembalikan rasa aman, semangat, dan kepercayaan diri anak-anak.
Kehadiran Dinas Sosial bersama PK Bapas dan relawan sosial GPP serta PeKa disambut antusias oleh anak-anak. Suasana penuh tawa dan semangat tampak mewarnai kegiatan yang dirancang untuk membantu mereka perlahan bangkit dari trauma.
“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa.
Melalui program trauma healing ini, kami berharap mereka dapat kembali bangkit dan tersenyum, beraktivitas normal serta tidak larut dalam rasa takut atau trauma,” ujar Andi Sumarni, S. Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, yang melaksanakan kegiatan tersebut atas perintah langsung Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Polewali Mandar.
Selain kegiatan pemulihan psikososial, bantuan juga disalurkan kepada keluarga terdampak melalui program Family Kid, berupa:
40 pasang sepatu sekolah
40 pasang kaos kaki
5 paket tas sekolah
5 paket alat tulis
20 tabung gas elpiji 3 kg
Untuk menambah keceriaan, berbagai lomba permainan tradisional turut digelar, antara lain:
Lomba memindahkan sarung
Lomba estafet gelang karet
Lomba estafet kelereng
Kegiatan ini menjadi bagian dari tugas kemanusiaan dan komitmen bersama dalam memastikan anak-anak penyintas kebakaran tetap mendapatkan perhatian, perlindungan, serta dukungan moral agar dapat kembali menjalani kehidupan dengan penuh harapan. (Humdis/Un)



