DaerahJawa TimurPendidikanRagamSitubondo

Semarak Hari Santri 2026, Pawai Santri Situbondo Libatkan 17 Perwakilan Kecamatan

BeritaNasional.id, SITUBONDO – Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menggelar Pawai Santri dalam rangka memperingati Hari Santri 2026 dengan tema Santri Situbondo Ngaji, Mengabdi, Ngispirasi”.

Kegiatan yang penuh warna ini diikuti oleh ratusan siswa-siswi Madrasah Diniyah (Madin) serta 17 santri perwakilan dari 17 kecamatan di Kabupaten Situbondo.


Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah, S.Pd.I., atau yang akrab disapa Mbak Ulfi, saat melepas peserta pawai menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap penguatan pendidikan keagamaan.

“Jika kita melihat jumlah seluruh siswa-siswi dari lebih 700 lembaga madrasah di bawah naungan Kementerian Agama, saat ini terpilih sebanyak 17 santri perwakilan dari 17 kecamatan. Ini adalah bentuk komitmen kita bersama untuk memajukan pendidikan di Kabupaten Situbondo,” ujar Mbak Ulfi di lokasi kegiatan, Sabtu (31/10/2026).

Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) yang telah memberikan kontribusi besar. Menurutnya, madrasah merupakan jantung dari pendidikan di daerah yang dikenal sebagai Kota Santri ini.

“Kita selalu disebut sebagai Kota Santri, maka dalam Hari Santri kita menampilkan berbagai kegiatan yang bersifat kesantrian. Ke depan juga akan dilaksanakan berbagai musabaqah serta perlombaan, seperti hadrah dan pidato,” tambahnya.

Mbak Ulfi secara khusus mengucapkan terima kasih kepada panitia dengan FKDT sebagai <span;>leading sector<span;>, serta para siswi dari SD Islam Al-Abror Situbondo yang telah berkontribusi luar biasa dalam menyemarakkan semangat kepahlawanan santri di tahun ini.

Mengingat sejarah Resolusi Jihad yang lahir dari gagasan para ulama dan tokoh terdahulu, Mbak Ulfi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangkitkan kembali semangat belajar para pelajar.

Ia juga menyinggung soal komitmen pemerintah daerah dalam mengawal Peraturan Daerah (Perda) Madrasah Diniyah Takmiliyah. Langkah kolaboratif ini diambil agar pendidikan madrasah ke depannya semakin baik dan terakreditasi secara formal.

“Adik-adik santri yang melanjutkan sekolah ke jenjang SMP atau MTs harus memiliki surat keterangan atau ijazah yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama bahwa mereka telah melaksanakan pendidikan madrasah. Ini adalah bagian dari komitmen kami,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mbak Ulfi juga berbagi pengalaman pribadi untuk memotivasi para santri agar tidak pernah berputus asa atau merasa minder dalam menuntut ilmu.

“Saya juga merasakan hal yang sama, dulu setelah pulang dari SD atau SMP, saya tetap melanjutkan pendidikan di madrasah. Walaupun terkadang terasa terlambat, ini adalah bagian dari usaha memintarkan agama. Pendidikan agama dan umum harus seimbang sebagai bekal kehidupan kita di dunia dan di akhirat,” pesannya.

Pawai Santri ini ditutup dengan yel-yel semangat dari para peserta yang menggema di alun-alun, menegaskan identitas Situbondo sebagai Kota Santri yang menjunjung tinggi nilai-nilai pendidikan diniyah takmiliyah.

Kegiatan ini diharapkan dapat terus menjadi ajang motivasi bagi adik-adik santri untuk terus berprestasi dan melestarikan tradisi keilmuan pesantren di tengah arus modernisasi.

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button