Sidak DPRD di SPPG Karangasem, 885 Pelamar Berebut 47 Posisi, Cermin Minimnya Lapangan Kerja di Situbondo

BeritaNasional.id, SITUBONDO – Antusiasme warga berburu pekerjaan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 005 Karangasem, Kabupaten Situbondo, membludak. Sebanyak 885 pelamar tercatat mendaftar untuk mengikuti seleksi tenaga kerja di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG), namun hanya 47 orang yang akan diterima.
Membludaknya jumlah pelamar itu menjadi sorotan Komisi IV DPRD Situbondo saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi seleksi wawancara di Karangasem, Kamis (7/5/2026).

Perwakilan Yayasan SPPG 005 Situbondo, Anis Wahdi, mengatakan tingginya animo masyarakat menunjukkan besarnya harapan warga terhadap peluang kerja yang tersedia.
“Kita lihat masyarakat sangat antusias. Total pendaftar sekitar 935 orang. Setelah seleksi administrasi, ada yang tidak lolos karena berasal dari luar Kabupaten Situbondo dan ada juga yang ijazahnya masih SD maupun SMP. Syarat minimal harus lulusan SMA sederajat,” ujar Anis.
Ia menjelaskan, para pelamar akan mengikuti tahapan wawancara sesuai bidang yang dilamar, mulai dari bagian persiapan makanan, pengemasan ompreng, ahli gizi, administrasi hingga akuntansi.
“Nanti akan terseleksi sekitar 47 relawan atau pekerja yang direkrut,” katanya.
Ketua Komisi IV DPRD Situbondo, Supoyo SH, yang hadir saat sidak menilai membludaknya jumlah pelamar menjadi gambaran nyata masih minimnya lapangan pekerjaan di Situbondo.
“Interview ini luar biasa. Antusias masyarakat Situbondo sangat tinggi, bahkan ada juga yang dari luar kota. Ini menunjukkan masyarakat kita masih banyak yang menganggur,” kata Supoyo.
Menurut dia, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Ia mengapresiasi keberanian pihak MBG Karangasem yang telah menanamkan investasi dan membuka peluang kerja di Situbondo.
“Kami berterima kasih kepada MBG Karangasem yang sudah berani investasi di sini. Minimal bisa membantu mengurangi angka pengangguran,” ujarnya.
Supoyo juga mengajak investor dari luar daerah agar tidak ragu menanamkan modal di Kabupaten Situbondo. Ia menilai masih banyak potensi yang bisa dikembangkan untuk membuka lapangan kerja baru.
“Kami mengundang seluruh investor di luar kota, jangan ragu masuk Situbondo. Masih banyak titik yang perlu diisi agar bisa menyerap tenaga kerja,” katanya.
<span;>Selain itu, ia meminta Pemerintah Kabupaten Situbondo menyiapkan langkah terobosan guna menarik lebih banyak investasi, khususnya sektor yang mampu menyerap banyak tenaga kerja.
“Rasio antara pengangguran dan lapangan kerja ini sangat timpang. Yang daftar hampir seribu orang, tetapi yang diterima hanya 47 orang. Ini menjadi keprihatinan bersama,” ucapnya.
Ia berharap ke depan semakin banyak investor yang membuka usaha maupun dapur MBG di Situbondo sehingga peluang kerja masyarakat semakin luas.



