
BeritaNasional.ID | MEDAN, SUMUT – Di tengah kebutuhan pokok yang terus meningkat, beras SPHP menjadi salah satu harapan masyarakat Kota Medan untuk mendapatkan beras dengan harga yang lebih terjangkau.
Namun, belakangan ini masyarakat mengeluhkan sulitnya menemukan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di pasaran. Kondisi tersebut semakin dirasakan oleh masyarakat yang belum mendapatkan bantuan pangan beras melalui program Bantuan Pangan (Banpang).
Sementara itu, harga beras medium di pasaran saat ini disebut telah berada di kisaran Rp78.000 hingga Rp85.000 per kemasan 5 kilogram.
Bagi masyarakat berpenghasilan terbatas, selisih harga beberapa ribu rupiah sekalipun cukup berarti karena beras merupakan kebutuhan pokok yang harus tersedia setiap hari.
“Yang kami butuhkan sebenarnya sederhana, beras murah yang bisa dibeli masyarakat. Kalau SPHP tersedia, kami sangat terbantu. Sekarang mencari SPHP cukup sulit, sementara harga beras biasa sudah Rp78 ribu sampai Rp85 ribu per lima kilogram,” keluh seorang warga Medan, Selasa (29/9/2026).
Tak Semua Warga Mendapat Bantuan Pangan
Persoalan ketersediaan beras murah semakin penting karena tidak seluruh masyarakat mendapatkan bantuan pangan melalui program Banpang.
Artinya, masyarakat yang tidak menerima bantuan tetap harus memenuhi kebutuhan beras dengan membeli secara mandiri di pasar.
Dalam kondisi tersebut, keberadaan beras SPHP menjadi sangat dibutuhkan sebagai alternatif bagi masyarakat untuk mendapatkan beras dengan harga yang lebih terjangkau.
Warga berharap pemerintah dan pihak terkait dapat kembali memperkuat distribusi beras SPHP di Kota Medan melalui saluran resmi, termasuk pasar rakyat dan Rumah Pangan Kita (RPK).
Masyarakat juga berharap distribusi dilakukan secara merata sehingga beras SPHP tidak hanya tersedia di lokasi tertentu, tetapi dapat dijangkau masyarakat di berbagai kecamatan di Kota Medan.
Warga: Jangan Hanya Ada Saat Operasi Pasar
Masyarakat berharap keberadaan beras SPHP tidak hanya dirasakan ketika pemerintah menggelar operasi pasar atau kegiatan tertentu.
Mereka menginginkan pasokan yang lebih rutin dan mudah ditemukan di pasar maupun tempat penjualan resmi.
“Kalau memang untuk membantu masyarakat, kami berharap SPHP bisa tersedia secara rutin. Jangan masyarakat baru bisa mendapatkan ketika ada kegiatan operasi pasar,” kata warga lainnya.
Di tengah harga beras medium yang berada di kisaran Rp78.000–Rp85.000 per 5 kilogram, masyarakat Kota Medan berharap pemerintah segera memastikan kembali ketersediaan beras SPHP.
Bagi masyarakat kecil, beras SPHP bukan sekadar komoditas pangan, tetapi menjadi salah satu pilihan penting untuk menjaga pengeluaran rumah tangga tetap terjangkau.
Kini, masyarakat menunggu langkah nyata agar beras SPHP kembali mudah diperoleh di Kota Medan dan manfaat program stabilisasi pangan benar-benar dapat dirasakan masyarakat luas. (Kiel/Bernas)



