kupang

Sumpah Pemuda 2025, Pemuda Katolik Kupang Serukan Persatuan dan Cinta Tanah Air

BeritaNasional.ID, KUPANG – Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober 2025 menjadi momentum penting bagi seluruh generasi muda Indonesia untuk kembali menyalakan semangat persatuan dan kebangsaan.

Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada 28 Oktober 1928 bukan hanya peristiwa sejarah, tetapi juga fondasi yang menyatukan berbagai suku, bahasa, dan budaya menjadi satu bangsa: Indonesia.

Ketua Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Kota Kupang, Valentinus Kopong Masan, dalam refleksinya menyampaikan bahwa semangat Sumpah Pemuda hendaknya tidak sekadar diperingati sebagai simbol, tetapi dihidupi sebagai janji suci dalam hati setiap anak bangsa.

“Sumpah Pemuda bukan sekadar kata, tapi janji suci di dada. Semoga cahaya persatuan itu terus menyala demi Indonesia yang sejahtera dan berdaulat,” ujar Valentinus kepada Bernas, Rabu 29 Oktober 2025.

Ia menekankan bahwa setiap pemuda merupakan semangat dan kekuatan bangsa serta Gereja.

Oleh karena itu, Valentinus mengajak kaum muda Katolik untuk senantiasa merawat diri dengan kebajikan, menumbuhkan akal dengan pengetahuan, dan menjadikan kasih sebagai akar dari setiap tindakan.

Dalam semangat Sumpah Pemuda tahun ini, ia mengimbau agar generasi muda Katolik menghidupi nilai-nilai Kristiani di segala lini kehidupan — baik di tempat kerja, sekolah, media sosial, maupun keluarga.

“Dengan keterampilan, bakat, kreativitas, dan teknologi, mari kita terus mewartakan kabar gembira (evangelisasi),” pesannya.

Valentinus menegaskan bahwa pemuda Katolik harus mampu menjadi garam dan terang dunia, menjadi murid Kristus di tengah arus dunia yang kerap menolak nilai-nilai iman.

Ia mengingatkan bahwa peran pemuda Katolik sangat penting dalam membangun kesatuan umat Allah di tengah keberagaman bangsa Indonesia.

Mengutip semboyan Gereja “Ut Omnes Unum Sint” — Supaya mereka semua menjadi satu (Yoh 17:21), Valentinus mengajak umat untuk menolak segala bentuk perpecahan, intoleransi, dan diskriminasi, baik di dalam Gereja maupun di tengah masyarakat.

“Gereja harus menjadi ‘Indonesia mini’ yang merangkul semua dalam kasih Kristus,” tegasnya.

Di akhir refleksinya, Valentinus berharap agar semangat Sumpah Pemuda 2025 menjadi pengingat bagi seluruh umat Katolik, khususnya kaum muda, untuk semakin mencintai Gereja dan tanah air.

“Hiduplah dalam persatuan, berperan aktif membangun Indonesia dengan semangat kasih, pelayanan, dan iman kepada Kristus,” tuturnya.*

Alberto

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button