TanaraCraft Ubah Limbah Sabut Kelapa Menjadi Tas Modern Berbalut Lipa Saqbe

BERITANASIONAL.ID, MAJENE – Upaya mengembangkan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal terus dilakukan generasi muda di Sulawesi Barat. Salah satunya melalui TanaraCraft, usaha kerajinan yang menghubungkan kreativitas mahasiswa, keterampilan perajin lokal, serta kekayaan budaya Mandar dalam satu ekosistem usaha. TanaraCraft mengembangkan berbagai produk kerajinan dengan memanfaatkan coco fiber, eceng gondok, dan tenun Lipa Saqbe. Penggunaan material tersebut tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan produk bernilai jual, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemanfaatan sumber daya lokal dan memperkuat keberlanjutan produk budaya.
Dalam pengembangannya, TanaraCraft membangun kemitraan dengan perajin lokal, termasuk penenun Lipa Saqbe. Model kolaborasi ini membuka peluang agar produk tenun tradisional tidak hanya dipasarkan dalam bentuk konvensional, tetapi dapat hadir dalam berbagai produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar masa kini. Proposal usaha TanaraCraft juga menempatkan pemberdayaan perajin, khususnya perempuan penenun, sebagai bagian dari dampak sosial yang ingin dikembangkan.
Di sisi lingkungan, pemanfaatan serat kelapa dan eceng gondok memberikan alternatif pengolahan material alami menjadi produk ekonomi kreatif. Dengan pendekatan tersebut, nilai produk TanaraCraft dibangun melalui tiga aspek sekaligus, yakni nilai ekonomi, keberlanjutan lingkungan, dan pelestarian budaya.
Pengembangan usaha TanaraCraft pada 2026 turut diperkuat melalui Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW). Dukungan program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi, kualitas produk, pemasaran, serta pengembangan jejaring usaha.
TanaraCraft akan terus bertumbuh sebagai usaha kreatif yang tidak sekadar menjual produk, tetapi membangun hubungan antara konsumen, perajin, budaya Mandar, dan sumber daya lokal. Melalui pendekatan tersebut, produk kerajinan diharapkan mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih luas sekaligus menjaga agar warisan budaya tetap relevan di tengah perkembangan industri kreatif.



