
BeritaNasional.id, SITUBONDO — Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, memasang target ambisius di sektor pertanian. Pada tahun 2026, produksi gabah di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, ditargetkan melonjak dari 321 ribu ton menjadi 500 ribu ton.
Target tersebut disampaikan Bupati yang akrab disapa Mas Rio saat menghadiri kegiatan Capacity Building Penguatan Kapasitas dan Kelembagaan Klaster Pangan Petani Milenial yang digelar Bank Indonesia Cabang Jember di Pendopo Pate Alos Besuki, Senin (15/6/2026).
Mas Rio menegaskan bahwa sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian Situbondo, selain perikanan dan peternakan. Oleh karena itu, pemerintah daerah akan memfokuskan perhatian pada tiga sektor tersebut guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Saya meyakini dengan kita mendorong, menebalkan sektor pertanian maka ini akan bisa menggenjot perekonomian di Kabupaten Situbondo dan meningkatkan kapasitas produksinya,” ujarnya.
Ia optimistis target peningkatan produksi tersebut dapat tercapai. Keyakinan itu didasari oleh tren peningkatan produktivitas padi di sejumlah wilayah. Bahkan, Mas Rio sempat mengaku terkejut saat menerima laporan hasil ubinan padi yang mencapai 9,3 ton per hektare.
Angka tersebut jauh melampaui rata-rata produktivitas sebelumnya yang berada di kisaran 7,4 hingga 7,5 ton per hektare.
“Saya bilang, saya datang kalau ubinannya di atas 8 ton per hektare. Ternyata dilaporkan 9,3 ton. Saya antara percaya dan tidak percaya, tetapi setelah dicek memang benar,” katanya.
Menurut Mas Rio, peningkatan produksi tidak harus dilakukan dengan menambah luas lahan. Ia menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi, modernisasi alat pertanian, serta penerapan teknik budidaya yang lebih baik.
Dalam hal ini, peran petani milenial dinilai sangat strategis. Generasi muda dianggap memiliki kemampuan untuk mempercepat adopsi teknologi di sektor pertanian.
Meski demikian, ia mengakui masih ada sejumlah tantangan yang dihadapi petani, salah satunya serangan hama tikus yang belakangan banyak dikeluhkan.
Namun, Mas Rio memastikan pemerintah daerah akan hadir memberikan dukungan melalui kebijakan serta fasilitas yang dibutuhkan petani.
“Hama tikus dan macam-macam itu pasti ada dalam pertanian. Wilayah saya adalah kebijakan. Saya hanya mengatakan apa yang dibutuhkan akan kami siapkan. Pokoknya target 500 ribu ton itu bisa dicapai tahun 2026 ini,” tukasnya.

