Nasional

Tidak Ada Pilot TNI AU Yang Punya Sertifikat Pelatihan Yang Akan Gantikan Pilot Garuda Yang Ancam Mogok

image_pdf

BeritaNasional.ID Jakarta – Ancaman mogok Serikat Karyawan Garuda (SEKARGA) dan Asosiasi Pilot Garuda (APG), masih terus berlangsung.

“Belum ada titik temu antara SEKARGA, APG dengan pihak managemen GA dan atau pemerintah. Kecuali mediasi yang dilakukan oleh Menko Kemaritiman dengan SEKARGA dan APG. Itu pun hasilnya tidak jelas seperti apa,” ucap Tulus Abadi, Pengurus Harian Yayasan Layanan Konsumen Indonesia (YLKI) melalui siaran pers di Jakarta, Sabtu (9/6/2018).

Menurut Tulus, nampaknya pemerintah mulai panik dengan ancaman mogok tersebut. Salah satu bentuk Kepanikan katanya adalah ingin melibatkan pilot TNI AU untuk menggantikan pilot GA yang mogok.

“Sebuah tindakan yang main hantam kromo, bahkan anti regulasi, baik regulasi nasional dan atau internasional, ICAO. Sebab antara pilot penerbangan sipil dengan penerbangan militer berbeda aturan, dan berbeda karakter,” papar Tulus.

Sebagai contoh, untuk menerbangkan pesawat jenis Boeing 737-800 harus mengantongi lisensi dan rating yang bisa diperoleh 2-3 bulan. Juga perlu waktu untuk pengenalan rute, jenis bandara dan budaya layanan yang dipersyaratkan.

“Tidak bisa kita bayangkan kalau pergantian pilot itu dilakukan dalam waktu sekejab. Aspek safety yang menjadi taruhannya. Bisa dipastikan, tidak ada pilot TNI AU yang sudah memiliki Sertifikat Pelatihan Boeing 737-800. Itu hanya salah satu contoh saja,” imbuhnya.

“YLKI meminta agar pemerintah lebih terbuka dan kooperatif, membangun komunikasi yang baik dengan SEKARGA dan APG,” pungkasnya. (dki1/bn.id)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close