Nusa Tenggara Timur

Tiga Guru Besar Baru Kukuhkan Kiprah Undana sebagai Pusat Intelektual NTT

BeritaNasional.ID, KUPANG — Suasana Auditorium Universitas Nusa Cendana (Undana) pada Senin (11/8/2025) dipenuhi rasa bangga dan haru. Tiga akademisi terbaik kembali dikukuhkan sebagai guru besar, menambah daftar panjang pencapaian Undana sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan di Nusa Tenggara Timur.

Ketiga guru besar yang dikukuhkan adalah David B. W. Pandie, M.S, pakar Administrasi Pembangunan dan Reformasi Birokrasi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik;  Maria Agustina Kleden, pakar Statistika Terapan dan Pengajaran dari Fakultas Sains dan Teknik; serta . Markus Miten Kleden, M.P, pakar Nutrisi Ruminansia dan Teknologi Pakan dari Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan.

Pengukuhan ini dihadiri tokoh-tokoh penting, antara lain Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Wakil Gubernur Johni Asadoma, Ketua DPRD NTT Emi Nomleni, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, anggota DPD RI, Uskup Agung Ende, Wakil Bupati Kupang, Bupati Malaka, para senat, wakil rektor, dekan, pimpinan unit, serta seluruh pemangku kepentingan Undana.

Rektor Undana,  Maxs U.E. Sanam, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan pencapaian para guru besar baru. Ia mengungkapkan bahwa hanya berselang satu minggu sebelumnya, tepat pada 5 Agustus 2025, Undana juga telah mengukuhkan tiga guru besar baru.

Dengan penambahan ini, kata Rektor, sejak berdiri pada 1 September 1962, Undana telah melahirkan 74 guru besar, meski 23 di antaranya telah purnabakti atau berpindah, sehingga jumlah guru besar aktif saat ini adalah 51 orang. Dari jumlah tersebut, 12 adalah perempuan.

Maxs menekankan bahwa meski pencapaian ini patut dibanggakan, persentase guru besar di Undana masih jauh dari angka ideal, yakni 10 hingga 15 persen dari total dosen. Ia mengajak seluruh sivitas akademika untuk bekerja keras meningkatkan jumlah tersebut.

Baginya, guru besar bukan sekadar puncak jabatan fungsional seorang dosen, tetapi juga garda terdepan pengembangan ilmu pengetahuan, penjamin mutu akademik, dan pembimbing generasi penerus bangsa.

Ilmu yang dimiliki, lanjutnya, tidak hanya menambah khazanah akademik, tetapi harus menjadi pelita dalam memecahkan persoalan-persoalan masyarakat.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dalam sambutannya menegaskan bahwa pengukuhan tiga guru besar ini harus memberi dampak nyata bagi kemajuan daerah. Menurutnya, kepakaran mereka adalah kekuatan yang mampu mendorong pembangunan NTT jika diiringi sinergi dan kerja sama lintas sektor.

“Ketiga guru besar ini bukan hanya kebanggaan akademik, tetapi kekuatan nyata bagi kemajuan Nusa Tenggara Timur. Yang kita butuhkan sekarang adalah semangat gotong royong dan komitmen bersama. Ayo bangun NTT,” ujarnya.

Politikus Golkar itu memuji Undana yang konsisten melahirkan akademisi unggul dan berupaya mencapai target ideal jumlah guru besar. Bagi Melki, kepakaran para akademisi harus diterjemahkan menjadi langkah konkret yang menyentuh kehidupan masyarakat, mulai dari kebijakan publik, pendidikan, hingga pengembangan teknologi yang relevan dengan potensi lokal.

Dalam kesempatan itu, ketiga guru besar yang baru dikukuhkan juga dikenal luas melalui karya dan kontribusinya. Prof. David B. W. Pandie aktif mempublikasikan riset tentang inovasi kebijakan publik, tata kelola pemerintahan daerah, penanganan stunting, hingga strategi pembangunan lahan kering dan pariwisata berkelanjutan di Labuan Bajo.

Prof. Maria Agustina Kleden telah meneliti berbagai isu, mulai dari dampak perubahan iklim terhadap penyakit demam berdarah dan tren malaria di Sumba Barat, hingga pengembangan metode peramalan pertumbuhan ekonomi dan strategi pembelajaran matematika berbasis kearifan lokal.

Sementara itu, Prof. Markus Miten Kleden mendedikasikan penelitiannya pada optimalisasi pakan ternak berbahan lokal seperti sorghum, hijauan, dan daun kelor, serta aktif membina peternak dan mahasiswa melalui pelatihan langsung, dengan catatan produktivitas riset yang tercermin dari skor SINTA 335.

Menutup sambutannya, Gubernur Melki mengajak seluruh elemen, baik di kampus maupun di masyarakat, untuk bersatu membangun NTT. Ia menegaskan bahwa kekayaan intelektual yang dimiliki daerah ini harus diiringi dengan semangat gotong royong agar benar-benar memberi dampak.

“NTT kaya akan insan cerdas dan berkompeten. Semoga pengukuhan ini menjadi momentum kebangkitan intelektual dan kerja nyata demi NTT yang maju dan sejahtera,” pungkasnya.*

(Alberto)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button