Daerah

Uji Coba Parkir Digital Pasar Randu Pangger, Dikeluhkan Pengunjung

BeritaNasional.ID, PROBOLINGGO JATIM– Penerapan uji coba sistem parkir digital berbayar di Pasar Randu Pangger, Kota Probolinggo, menuai keluhan dari warga dan pedagang. Kebijakan tersebut dinilai diterapkan tanpa sosialisasi yang memadai, sehingga menimbulkan kebingungan hingga dampak sosial di lingkungan sekitar pasar.

Berdasarkan pantauan BeritaNasional.ID di lokasi, setiap pengendara yang memasuki area parkir pasar dikenakan tarif Rp2.000 melalui sistem karcis digital. Namun, sejumlah pengunjung mengaku baru mengetahui adanya pungutan tersebut saat hendak masuk ke kawasan pasar.

Iva, warga yang tinggal di sekitar Pasar Randu Pangger, mengungkapkan keberatannya terhadap pemasangan portal parkir. Ia menilai kebijakan tersebut justru memicu parkir liar di sepanjang jalan depan rumah warga.

“Sejak ada portal, banyak motor dan mobil parkir di pinggir jalan karena pengunjung enggan masuk ke area pasar. Akibatnya jalan menjadi sempit dan mengganggu aktivitas warga,” ujarnya.

Pedagang pasar randu pangger Kota Probolinggo

Keluhan juga datang dari para pedagang pasar. Ari, salah seorang pedagang, menyebut penerapan parkir digital berdampak pada menurunnya jumlah pembeli.

“Pembeli berkurang karena sebagian memilih belanja di luar pasar supaya tidak perlu bayar parkir. Ini jelas berpengaruh pada omzet kami,” kata Ari.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Perdagangan (DKUPP) Kota Probolinggo, Slamet Swantoro, belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media melalui sambungan telepon dan pesan singkat belum mendapatkan tanggapan.

Warga dan pedagang berharap pemerintah daerah segera melakukan evaluasi serta memberikan penjelasan terbuka terkait uji coba parkir digital tersebut, agar kebijakan yang diterapkan tidak menimbulkan polemik dan merugikan masyarakat.

 

 

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button