Wabup Baru Tahu Ada Dualisme PGRI

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Setelah melakukan safari ke Bupati KH. Abd. Hamid Wahid beberapa waktu yang lalu, kini PD PGRI pimpinan H. Sugiono Eksantoso melakukan silaturrahmi ke Wabup Ra As’ad Syafi’i Yahya.
Rombongan PGRI diterima di Rumah dinas (Rumdin) Wabup, Jl. Ahmad Yani No. 64 Penatu Kelurahan Badean Kecamatan/Kabupaten Bondowoso, sekitar 2 jam, dari jam 12.00 Wib hingga jam 14.00 Wib.
Pertemuan semi formal tersebut berjalan sesuai harapan dan penuh kekeluargaan. Setelah Sugiono, sapaannya, menjelaskan kronologi perpecahan PB PGRI dengan lugas dan detail. Wabup baru tahu bahwa ada dualismen PB GRI.
“Dualisme PGRI bermula dari pemecatan Sekjen PB PGRI dan 8 PB lainnya. Mereka dipecat karena mengingatkan Unifah Rosyidi yang telah melakukan pelanggaran. Ahirnya ke-9 PB tersebut melakukan musi tidak percaya dan melakukan KLB,” jelasnya.
Dalam KLB, lanjutnya, yang berdasarkan AD/ART PB PGRI, terpilihlah H. Teguh Sumarno sebagai Ketua umum (Ketum). Sesuai regulasi, PB PGRI mengurus SK AHU dan memecat Unifah Rosyidi sebagai Ketum.
Singkat cerita, karena Unifah Rosyidi juga punya SK AHU, ahirnya di PT TUN-kan. PT TUN membatalkan 2 SK AHU milik Unifah Rosyidi. Profesor berkacamata ini tidak puas dengan keputusan PT TUN, lalu melakukan banding ke Mahkamah Agung (MA).
Di tempat yang sama, Wabup Ra As’ad, sapaannya, mengaku baru tahu ada dualisme PGRI setelah mendapat penjelasan dari dosennya, H. Sugiono, begitu Ketua PD PGRI Kabupaten Bondowoso ini disapa.
“Saya berterima kasih pada Bapak Sugiono yang telah menjelaskan secara rinci kronologi asbabun nuzul dualisme PGRI. Sebelumnya saya beranggapan PGRI tidak pecah, hanya ada 1 PGRI,” jelasnya.
Wabup juga berterima kasih diingatkan agar tetap netral menyikapi dualisme PGRI yang masih dalam sengketa. Baru nanti kalau sudah ada keputusan dari MA, pihaknya akan memberikan dan bekerjasama dengan PGRI yang menang dalam proses hukum. (Syamsul Arifin/Bernas)



