BondowosoJawa TimurPendidikan

Walau Jumlah Muridnya Sedikit, SMP dan SMK DQA Tetap Dilayani dengan Baik

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Jumlah murid SMP dan SMK Darul Qur’an Al Ghazali (DQA) Tangsel Wetan hanya 59 orang. Dengan rincian, jumlah murid SMP DQA 38 dan murid SMK DQA 21 siswa-siswi.

Walaupun jumlah konsumennya sedikit, dapur MBG Mambaul Ulum Tangsel Wetan tetap memberikan pelayanan dengan baik. Bahkan menurut Koordinator MBG SMP dan SMK DQA, Mohammad Wasilullah, MBG rutin sampai di lembaganya jam 07.00 WIB.

“Jumlah murid SMP DQA dari kelas VII hingga kelas IX 38 orang. Proses Belajar Mengajar (PBM) dipisah antara murid putra dan putri. Sedangkan murid SMK dari kelas X hingga XII berjumlah 21 orang,” kata Wasil, sapaannya.

Wasil mengaku, program MBG sangat membantu PP Darul Qur’an Al Ghazali Tangsel Wetan. Sebab seluruh santrinya yang berjumlah 59 orang, termasuk murid-murid SMP dan SMK, kebutuhan makan sehari-hari disediakan oleh Pengasuh KH Zakaria Muhtar dengan gratis.

Setiap hari jum’at, Kyai Jaka, sapannya, belanja beras dan lauk pauk kebutuhan seluruh santrinya. Setiap santri mendapat jatah makan gratis dua kali sehari. Dengan bergulirnya program MBG, bisa mengurangi anggaran makan gratis santri.

Sebab, kini santri setiap hari, kecuali hari ahad, mendapat asupan MBG dari Pemerintah. Artinya, yang semula Kyai Jaka harus mengeluarkan anggaran untuk setiap santri dua kali makan gratis, setelah ada MBG berkurang menjadi 1 kali.

Ketika MBG didistribusikan pada seluruh murid, Babinsa Serma Dwi Joko Prianto dan Aslap Prasetyo ikut memantaunya. Pada saat itu ada penerima MBG menginformasikan tidak ada lauk-pauknya, Prasetyo langsung Gercep.

“Ada dua murid, MBG yang diterima saat itu tidak ada lauk pauknya. Seketika itu pula, dalam hitungan menit, kami mengambilnya dan langsung diberikan pada yang bersangkutan,” kata Pras, sapannya.

Ketua Kelas XII SMK Darul Qur’an Al Ghazali, Yulinge Izma, mengaku senang dengan program MBG. Dan seluruh teman-temannya menyukai. Karena setiap hari menu MBG selalu berubah-ubah, jadi tidak bosan. (Syamsul Arifin/Bernas)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button