Walau Kena Recofusing, Pelayanan Pemkab Bondowoso Terhadap Guru Ngaji Dan Bea Siswa Mahasiswa Berprestasi Tidak Mengurang

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Walaupun tahun anggaran 2023 ada recofusing secara nasional, termasuk di Pemkab Bondowoso, pelayanan yang menyentuh langsung pada masyarakat harus tetap diprioritaskan.
Seperti yang dilakukan oleh Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Bakesra) Sekretariat Pemkab Bondowoso, pengurangan anggaran antara Rp 50 hingga Rp 100 juta tahun 2023 tidak mengurangi pelayanan pada masyarakat, hususnya pada guru ngaji dan mahasiswa berprestasi.
“Anggaran Bakesra tahun 2023 terkena recofusing antara Rp 50 hingga Rp 100 juta. Namun pelayanan pada guru ngaji dan bea siswa mahasiswa berprestasi tidak ada perubahan,” kata Kepala Bakesra, Kristianto, dirang kerjanya, senin 15/5 2023.
Insentif untuk guru ngaji, lanjut pejabat kelahiran tahun 1978 ini, Rp 2 juta setiap tahun. Tidak ada pengurangan walau ada recofusing. Bahkan ada santunan kematian jika ada guru ngaji yang meninggal sebesar Rp 42 juta.
Ditambahkan, santuan tersebut diambilkan dari insentif guru ngaji sebesar Rp 170 ribu per tahun. Bakesra bekerjasama dengan BPJS agar guru ngaji yang mendapat insentif memperoleh santunan.
Informasi BeritaNasional.ID, tahun 2023 ada 4 guru ngaji yang meninggal dunia. Secara otomatis mereka mendapat santuan kematian dari BPJS masing-masing Rp 42 juta.
Empat guru ngaji yang meninggal adalah warga Desa Jebung Kidul Kecamatan Tlogosari, Gebang Kecamatan Tenggarang, Tegal Jati dan Desa Sumber Sari. Jumlah guru ngaji yang mendapat insntif dari Pemkab Bondowoso 5.665 orang.
“Disamping itu, bantuan bea siswa terhadap mahasiswa Gakin berprestasi juga tidak berkurang. Quotanya tetap 200 mahasiswa, masing-masing mendapatkan Rp 3 juta,” jelasnya.
Mantan Sekretaris BPBD ini menambahkan, dari 200 quota, 100 untuk mahasiswa afirmasi Universitas Jember (Unej) dan sisanya akan diberikan pada mahasiswa dari berbagai macam Perguruan Tinggi.



