ACEH

Warga Pante Cermin dan Sabet Butuh Bendungan Irigasi Permanen

Beritanasional.Id, Calang – Ratusan warga dari Gampong Panter Cermin dan Sabet, Kecamatan Jaya, Aceh Jaya- Aceh bersama sama memperbaiki Bendungan irigasi yang rusak di sungai Krueng Kaleung, Gampong Sabet, Senin (4/11/19), akibat rusak berat setelah dihantam banjir baru baru ini.

Bendungan yang diperbaiki tersebut merupakan bendungan yang dibangun sejak puluhan tahun lalu menggunakan batu koral dan jaring kawat, sementara pembangunan Bendungan secara permanen hingga saat ini belum ada.

Arus Sungai Krueng Kaleung yang dikenal derasnya, bukan kali pertama menghancurkan Bendungan yang mengairi ribuan hektar sawah warga di dua gampong tersebut, tapi hampir saban tahun, bila banjir tiba kondisi Bendungan yang menghalang arus sungai itu hancur. Akibatnya aliran air untuk irigasi kerab bermasalah.

Perbaikan yang dilakukan oleh para warga dari dua gampong tersebut, Senin pagi tadi memggunakan pacang kayu dan tumpukan batu koral yang dianggap mampu menahan Arus sungai tersebut dan membendung air untuk dialirkan ke irigasi yang telah tersedia.

“Kita gunakan pacang kayu dan tumpukan batu, itu yang bisa kita lakukan dengan cara manual,” ujar salah seorang warga kepada media ini, melalui saluran telpon.

Kondisi Bendungan Seuneulhop itu diharapkan ada pembangunan secara permanen dari pemerintah, mengingat saat ini ratusan Kepala Keluarga dari dua Gampong setempat mengandalkan mata pencahariannya di sektor tani padi sawah.

“Kita sangat berharap adanya pembangunan Bendungan Permanen dari Pemerintah, supaya pasokan air untuk irigasi persawahan yang ada tidak terganggu lagi,” demikian Harap Kujruen (Tokoh Tani Sawah) Gampong Pante Cermin, M Amin Hasyim.

Secara terpisah, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Jaya periode 2019-2024 Hazami, melalui pesan Medsosnya kepada media ini, mengaku harapan masyarakat Gampong Pante Cermin dan Sabet itu, sedang dan sudah dibicarakan dengan Pemerintah Kabupaten setempat, diharapkan dapat terealisasi secepatnya.

“Soal Bendungan itu memang sudah kita bicarakan dengan pemerintah Kabupaten Aceh Jaya, mudah mudahan dapat segera terealisasi,” kata tulis Hazami.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini sepanjang hari Senin ini, bahwa Dua Gampong tersebut sudah satu tahun atau dua kali panen tidak dapat melakukan aktivitas bertani sawahnya, karena persoalan irigasi. Mulai dari perbaikan saluran induk irigasi hingga kerusakan bendungan terdebut.

Warga berharap kedepan para rekanan yang ingin melaksanakan pembangunan yang berkaitan dengan jalur irigasi tersebut dapat menyesuaikan waktu pelaksanaan pengerjaannya dengan proses turun tanam tidak beradu.

“Kami sudah dua kali musim turun ke Sawah tidak dapat bercocok tanam, semoga kedepan pemerintah lebih bijak dalam melaksanakan pembangunannya,” demikian saran salah seorang tokoh masyarakat Aceh Jaya kepada media ini. (Alan).

Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close