Pastikan Berjalan Lancar, Bupati dan Wakil Bupati Madiun Tinjau Pilkades Serentak

BeritaNasional.ID, Madiun – Untuk memastikan kelancaran dan keamanan selama pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Madiun, Bupati dan Wakil Bupati Madiun meninjau langsung di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Diketahui Pilkades di Kabupaten Madiun yang digelar hari ini diikuti oleh 143 desa dengan 409 jumlah calon kepala desa. Selain itu, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) ada 390.347 jiwa dengan 1.092 Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Peninjauan pelaksanakan Pilkades terbagi menjadi dua tim,yakni tim 1 dipimpin Bupati Madiun meninjau di Desa Sumberbening, Kecamatan Balerejo, Desa Purwosari , Kecamatan Wonoasri, Desa Dimong Kecamatan Madiun, dan Desa Nglanduk Kecamatan Wungu
Sedangkan Tim 2 dipimpin Wakil Bupati Madiun meninjau di Desa Kincangwetan Kecamatan Jiwan, Desa Teguhan Kecamatan Jiwan, dan Desa Bakur Kecamatan Sawahan. Dalam setiap kunjungannya mengecek satu per satu keadaan lokasi dan penerapan protokol kesehatan di tempat tersebut.
Bupati Madiun menuturkan sudah melakukan persiapan semaksimal mungkin sehingga diharapkan pelaksanaan Pilkades di Kabupaten Madiun mampu berjalan lancar dan aman.
“Kita juga membentuk Tim Penyelesaian Perselisihan hasil Pemilihan Kepala Desa (TP3KD) yang ditetapkan dengan keputusan Bupati yang beranggotakan maksimal 7 orang berasal dari unsur pengadilan negeri, akademisi, praktisi, praktisi, independen/tokoh masyarakat,” tutur Bupati Madiun kepada Dirjend Bina Pemerintah Desa. Senin (20/12/2021)
Bupati Madiun H. Ahmad Dawami mengatakan dari kunjungannya ke beberapa TPS memiliki hasil yang memuaskan. Partisipasi masyarakat yang ada dalam Pilkades juga tinggi, dalam tinjauannya bupati menyebutkan ada yang sudah mencapai 80 persen.
“ Sarana dan prasarananya cukup dan ada juga yang local wisdom, untuk standar operasional prosedur (SOP) sudah sesuai “ jelas Bupati
Bupati menambahkan sesuai pelaksanaan Pilkades tetap berorientasi pada protokol kesehatan sehingga diharapkan usai Pilkades, Kabupaten Madiun akan menjadi level satu. Hal tersebut dikuatkan dengan adanya gerai vaksinasi di setiap masing-masing TPS yang memiliki capaian vaksinasi rendah.
” Sebelum Pilkades kita di level 2, setelah Pilkades kita harapkan bisa di level 1 karena ada gerai vaksinasi setelah proses coblosan,” ujar Bupati. (Isw)



