Tamsil Linrung: Terharu Kembali Hadir Di Wisuda Hafizh 30 Juz Setelah Alfa Beberapa Angkatan

BeritaNasional.ID, Makassar – Karantina Tahfidz Nasional (KTN) Darul Istiqamah (DI) melaksanakan wisuda Program Hafal Qur’an Sebulan Angkatan 23 atau Spesial Ramadan 1443 Hijriah di Hotel Swissbeliin Panakukang, Hadir tokoh nasional Tamsil Linrung dan Wakil Ketua DPRD Sulsel, Ustadz Muzzayin Arif.
Sebanyak 65 peserta berasal dari berbagai daerah, diantaranya, Kota Jayapura (Papua), Raja Ampat (Papua Barat), Kota Malang (Jatim), Kota Kendari (Sultra), Kota Palu (Sulteng), Kota Bandar Lampung (Lampung). Peserta beragam diantaranya berusia 8 tahun dan tiga orang bersaudara dari Kabupaten Tana Toraja. Bahkan anak dari Muzzayin juga ikut menjadi bagian dari angkatan spesial Ramadan ini.
“Alhamdulillah, kita syukuri perkembangan KTN DI diikuti oleh berbagai peserta dari berbagai provinsi,” kata Muzayyin Arif yang juga Ketua Dewan Pembina KTN DI.
Juga terdapat peserta karantina yang selain menyelesaikan setoran 30 juz, juga memperdengarkan hafalannya sekali duduk sebanyak 7 juz asal Kabupaten Luwu, Sulsel atas nama Issa L.
“Luar biasa ini salah satu perkembangan di KTN DI karena selama ini identik dengan hafalan super cepat dan cenderung diperkirakan mudah hilang jika tidak dimurajaah (mengulang hafalan), tetapi bebera angkatan terakhir ini sudah mulai dimotivasi setelah menghatamkan Al-Qur’an ikut program murajaah dalam durasi yang sama, dan alhamdulillah bisa memperdengarkan hafalannya sebelum diwisuda,” sebut Muzzayin Arif.
Tidak ada orang yang bersentuhan dengan Al-Qur’an kecuali mendapat kemuliaan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Di usia 3(tiga) tahun KTN DI telah melaksanakan program sebanyak 23 angkatan, total peserta kegiatan sekitar 1.600 orang. Menghadirkan misi: Tahun 2030, 1 Keluarga, 1 hafidz/Hafidzah.
“Ada semangat dari KTN DI untuk menghadirkan kesalehan di tengah masyarakat dan kita mau keberkahan Al-Quran ini bisa hadir di setiap keluarga umat Muslim. Siapa pun orang tuanya pasti menginginkan anaknya menjadi penghafal Qur’an,” ucapnya.
Tamzil Linrung menyampaikan rasa bangganya, ini menjadi menjadi motivasi KTN DI hadir dan membuat suatu terobosan spektakuler hadirnya Program Hafal Qur’an Sebulan. Ia melihat perkembangan yang begitu pesat, terakhir ia hadir di angkatan ke-9.
“Hari ini sebagaimana kita lihat, kita bangga, hormat dan merasakan rasa syukur yang sangat dalam atas upaya ustadz Muzzayin menghadirkan kegiatan spektakuler,” sebutnya sambil meneteskan air mata.
Demikian juga orang tua peserta juga rela berkorban untuk anaknya dan untuk Al-Qur’an.
Selain dengan teknik murajaah agar hafalan tetap terjaga, untuk itu perlu didukung dengan fasilitas yang memadai dalam proses hafalan. Ia menawarkan salah satu tempatnya di Pantai Lacipolo, Kabupaten Pangkep untuk dijadikan sebagai tempat untuk Murajaah dengan lingkungan desa dengan empang dan juga kebun sayur mayur.
“Ini bisa jadi tempat transit murajaah, jadi siapa yang murajaah silahkan singgah di situ, “ucapnya.
Dengan hadirnya para hafidz ini, ia mengharapkan literasi Al-qur’an di masyarakat semakin baik demikian juga pelaksanaan ibadah di antaranya dapat menjadi imam masjid.
“Di setiap masjid nanti kita mendengar suara Imam dengan bacaan sangat baik,” harapnya.
Pada kesempatan ini, memberikan penghargaan kepada peserta terbaik Ikwan, Muhammad Fachril Al Fais dan peserta Akhwat, Ainul Hidayat.
Juga memberikan cenderamata kepada Direktur PPM Darul Falah Enrekang, Ustadz Lukman Latif, M.Pd dan Direktur Yayasan Al-Fityan School Gowa, Ustadz Muhammad Fauzi Rahman, Lc.



