Di Situbondo, BPK RI Lakukan Pemeriksaan Kinerja Ketahanan Pangan dan PDTT

BeritaNasional.ID – SITUBONDO JAWA TIMUR – Anggota IV BPK RI melakukan kunjungan pemeriksaan kinerja ketahanan pangan tahun 2021 sampai dengan semester I tahun 2023 serta melakukan Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT) belanja barang dan belanja modal mendukung komoditas unggulan tahun 2022 sampai dengan Triwulan III tahun 2023, Rabu (01/11/2023).
Keterangan yang disampaikan BPK RI Haerul Saleh mengatakan bahwa, pemeriksaan yang dilakukan saat ini adalah pemeriksaan kinerja dan PDTT atas program yang sedang dilaksanakan kementrian pertanian dan kementrian KKP.
“Saat ini, kita baru mengumpulkan informasi informasi terkait pelaksanaan program ini. Apakah program ini sudah sesuai dengan rencana dan tepat sasaran?” kata BPK RI Haerul Saleh.
Selain itu, kata Haerul Saleh, pihak juga menyampaikan bahwa ada memberikan bantuan program pemerintah pusat kepada kelompok petani yang sudah terdaftar di Kementerian Pertanian. “Tadi juga ada penyerahkan bantuan alat dan mesin pra panen sebanyak 3 unit traktor roda empat, 7 unit traktor roda dua, 20 unit pompa air, dan 20 unit Handsprayer elektrik,” terangnya.
Yang paling penting, sambung Haerul Saleh, programnya harus tepat sasaran. Jangan sampai pemerintah pusat sudah mengalokasikan anggaran yang cukup besar, namun sasarannya tidak tepat. Kalau tidak tepat berarti manfaatnya tidak akan tepat juga. Dan jika manfaatanya tidak dapat berarti ada kerugian.
“Ketentuan dalam Perpres yang paling penting penerimaan betul betul bisa memanfaatkan. Pemerintah daerah yang harusnya melakukan kontrol. Namun, kalau pemenerimanya pemerintah daerah berarti pemerintah harus siap dalam pengelolaannya. Kalau kelompok tani yang mendapatkan bantuan, maka kelompok tani harus dilakukan pengawasan. Untik itu. kami BPK RI akan terus mengawal sampai akhir program,” pungkas Haerul Saleh.
Sementara itu, Bupati Situbondo Karna Suswandi mangatakan bahwa, sebagai mana yang di sampaikan anggota IV BPK RI yang paling dibutuhkan sinergitas program yang ada. Bibit padi BK 01 dan 02 sudah seiring dengan tujuan pemerintah pusat dalam rangka mengatasi krisis pangan. Seiring dengan itu, tentu suportnya pemerintah pusat itu harus maksimal terhadap inovasi yang kita luncurkan.
“Alhamdulillah bahwa bibit padi BK 01 dan 02 akan langsung di beli pemerintah pusat untuk disebar ke seluruh Indonesia. Jadi kalimat dari Situbondo untuk Indonesia akan menjadi kenyataan di tahun 2024 mendatang,” ujar Bupati Situbondo.
Tak hanya itu yang disampaikan Bupati Karna, namun pihaknya akan terus melakukan inovasi inovasi sesuai dengan kondisi sumberdaya. Baik itu sumberdaya keuangan, maupun sumberdaya manusia. “Hal tersebut hanya bisa di atasi dengan berbagai inovasi yang kita miliki. Oleh karena itu, setiap OPD dalam tahunnya harus meluncurkan minimal satu inovasi,” terangnya. (As’ad/Bernas)



