Manfaatkan Dana Cukai Rokok Dinkes Situbondo Bangun Jambanisasi di 26 Desa

BeritaNasional.id, SITUBONDO JATIM – Gunakan Anggaran DBHCHT, Diskes Situbondo Bangun Jambanisasi menggunakan anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2024.
Pembangunan 152 jamban untuk keluarga miskin di Kabupaten Situbondo bertujuan untuk membantu rumah tangga miskin, mengingat jamban merupakan sarana penting dalam mendukung terwujudnya lingkungan yang bersih dan sehat.
“Pembangunan 152 jamban dengan anggran untuk keluarga miskin ini tersebar di 26 desa dengan menggunakan anggaran dari DBHCHT Tahun 2024.sebesar Rp 1.9 miliar. Dengan direalisasikan pembangunan jambanisasi tersebut, diharapkan masyarakat tidak buang air sembarangan. Sebab, program jambanisasi salah satu program kesehatan yang harus dilaksanakan,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Situbondo, dr. Sandy Hendrayono mewakili Bupati Situnondo Drs H Karna Suswandi MM.
Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo menargetkan pembangunan jambanisasi sebanyak 152 jamban di 26 desa akan selesai di akhir tahun 2024.
“Kami menargetkan Situbondo bisa bebas ODF (Open Defecation Free -red) atau BAB sembarangan pada tahun 2024. Target tersebut sesuai dengan Instruksi Gubernur Jawa Timur Tahun 2021,” imbuhnya. Kamis (29/05/2024).
dr. Sandy juga menyampaikan, permasalahan mengatasi ODF tidak bisa diselesaikan oleh Pemkab Situbondo saja, butuh kolaborasi mulai dari pemerintah desa, kecamatan hingga pemerintah daerah untuk segera mengatasi persoalan ODF.
“Dinkes Situbondo melalui Puskesmas-Puskesmas untuk terus mengawal program prioritas ini, untuk mengurangi masyarakat BAB di sembarang tempat yang tentunya akan berdampak pada nilai kesehatan. Permasalahan ODF ini harus kita kerjakan bersama,” jelas dr. Sandy.
Dari 26 desa yang menjadi sasaran pembangunan jambanisasi keluarga, diprioritas di desa yang belum ODF.
Berikut daftar 26 desa yang akan mendapat program jambanisasi diwilayah kabupaten Situbondo.
Desa Jatisari, Ketowan, Jetis, Widoropayung, Cura Suri, Kumbang Sari, Patemon, Semambung. Sumberanyar, Dawuhan, Bletok, Mlandingan Wetan, Alasbayur, Campoan, Sumberanyar, Rajekwesi, Bugeman, Tambak Ukir, Klampokan, Kandang, Peleyan, Wonokoyo, dan Gadingan (ADV/ DBHCHT)



