DaerahJawa TimurSitubondo

Libatkan 50 Akseptor, DP3APPKB Situbondo Tercatat Dalam Rekor MURI

BeritaNasional.ID-SITUBONDO JATIM – Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo, melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kabupaten Situbondo, melaksanakan bakti sosial MOP (Metode Operasi Pria) atau vasektomi serentak, Senin (21/4/2025).

MOP yang melibatkan 50 peserta pria tersebut dilaksanakan di Kantor Kecamatan Besuki dan ditangani oleh dr. H. Imam Hariyono. “Melalui Kepala Bidang KBKS (Keluarga Berencana Keluarga Sejahtera), memiliki pelayanan. kondom, KB, implan, MOW dan MOP,” jelas Kepala DP3APPKB Kabupaten Situbondo, H. Moh. Imam Darmaji.

Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, lanjut Imam Darmaji, dilaksanakan MOP di Kecamatan Besuki. Kegiatan ini bertujuan untuk pengendalian penduduk. “Kegiatan MOP kali ini, tercatat dalam pencapaian rekor MURI, karena DP3APPKB berhasil melibatkan 50 akseptor pria,” jelas Imam Darmaji.

Lebih lanjut, Imam Darmaji mengatakan, akseptor MOP Kabupaten Situbondo terbanyak atau tertinggi apabila dibandingkan daerah lain di Provinsi Jatim. MOP di kabupaten lain hanya ada 1, 2 dan maksimal 10 orang. “Ini suatu kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Situbondo. Semoga pengendalian penduduk si Kabupaten Situbondo ini dilakukan secara maksimal dan memenuhi target yang telah ditentukan,” jelas Imam Darmaji.

Untuk kualifikasi akseptor, sambung Imam Darmaji, berusia 35 tahun mempunyai anak sebanyak 2 hingga 3 orang anak dan diprioritaskan anak terakhir berusia lima tahun. “Untuk laki laki sebenarnya tidak ada batasan usia. Misalnya suami sudah berusia 60 tahun dan isterinya berusia 18 tahun, bisa ikut MOP. Tetapi kalau isterinya sudah menoupose, sudah tidak perlu ikut MOP,” terang Imam Darmaji.

Tak hanya itu yang disampaikan Imam Darmaji, namun dia menjelaskan untuk target tahun 2025 di Kabupaten Situbondo sebanyak 100 akseptor dan tercatat target ini tertinggi di Provinsi Jatim. “Untuk titik lokasi pelaksanaan yang pertama dilaksanakan di Kecamatan Besuki dan selanjutnya akan dijadwal kembali antara bulan Agustus atau September 2025. Atau menunggu momentum lain dari Pemerintah Provinsi Jatim. Misalnya pada acara IBI, Hari Ibu, Hari Akseptor sedunia,” pungkasnya. (*)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button