Polman Tuan Rumah Kejurnas Swallow Grasstrack Yamaha Region V Putaran III 2025

BeritaNasional.ID MAMUJU SULBAR– Kabupaten Polewali Mandar menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Swallow Grasstrack Yamaha Region V Putaran III Tahun 2025. Event bergengsi ini digelar di Sirkuit MX Sport Center Polewali, Sabtu, 5 Juli 2025, dan dihadiri langsung oleh Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Sulawesi Barat, Andi Ibrahim Masdar, serta jajaran TNI, Polri, dan tamu undangan lainnya.
Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud, dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada daerahnya sebagai tuan rumah ajang nasional ini.
“Kehadiran para pembalap dari berbagai daerah menjadi kebanggaan bagi kami. Ini adalah momentum berharga untuk mendukung olahraga otomotif dan meningkatkan prestasi atlet, sekaligus memperkenalkan potensi daerah kita yang kaya akan sumber daya alam,” ujar Bupati.
Ia juga menegaskan bahwa kejuaraan ini bukan hanya sekadar ajang adu kecepatan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal. Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendapat ruang untuk berperan aktif dalam mendukung kegiatan ini.
“Pemerintah Kabupaten sangat mendukung event-event yang berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah,” tambahnya.
Bupati juga mengajak seluruh peserta dan penonton untuk menjunjung tinggi sportivitas serta menjaga semangat juang dalam meraih prestasi terbaik.
Sementara itu, Thaha selaku panitia kegiatan menjelaskan bahwa jadwal pelaksanaan awalnya diajukan oleh Kabupaten Pasangkayu, namun akhirnya dialihkan ke Polewali Mandar setelah dilakukan audiensi dengan Ketua IMI Sulbar.
“Awalnya jadwal ini diminta oleh Pasangkayu, namun karena mundur, setelah audiensi dengan Ketua IMI, kita putuskan dilaksanakan di Polewali Mandar. Ini menjadi kebanggaan tersendiri karena kejuaraan seperti ini terakhir kali digelar delapan tahun lalu,” jelas Thaha.
Ia juga menambahkan bahwa awalnya hanya 20 kelas yang dibuka. Namun, atas permintaan komunitas lokal, panitia menambahkan satu kelas tambahan, sehingga total menjadi 21 kelas. Kelas-kelas tersebut terdiri dari kategori Kejurnas, kelas Open, serta kelas usia maksimal 20 tahun, 10 tahun, dan 12 tahun.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Area sirkuit dipadati penonton yang ingin menyaksikan secara langsung aksi para rider nasional menaklukkan lintasan tanah yang penuh tantangan. ( Aty/Un)



