Nusa Tenggara Timur

Desain Emanuel Wicaksono Menangi Sayembara Patung Kristus Memberkati di Pulau Semau

BeritaNasional.ID, KUPANG — Perjalanan panjang Sayembara Desain Patung Yesus Kristus Memberkati akhirnya mencapai puncaknya. Setelah melewati proses seleksi yang ketat sejak babak penyisihan, Aurum Obe Titu Eki selaku ketua dewan juri dan para juri resmi mengumumkan pemenang sayembara pada 15 Agustus 2025 di Amaris Hotel Kupang. Kemenangan diraih oleh tim dengan kode P8 yang dipimpin Arsitek Emanuel Agung Wicaksono, setelah memperoleh nilai tertinggi yakni 44,53.

Dalam tahap final, kata Aurum, lima desain terbaik bersaing ketat untuk memperebutkan posisi puncak. Nama-nama finalis seperti Richard Evert Toy, Bekti Widiarso, Orien Umbu Tuda Yagi, dan Yonas Manesi turut mewarnai persaingan. Namun, hasil akhir menempatkan Emanuel Wicaksono sebagai juara pertama, disusul oleh Yonas O. Manesi di posisi kedua dengan nilai 43,07 dan Orien Umbu Tuda Yagi di posisi ketiga dengan nilai 39,94. Dua finalis lainnya, Bekti Widiarso dan Richard Evert Toy, juga memberikan karya terbaiknya hingga mampu menembus lima besar dari total 19 peserta yang mengikuti kompetisi ini.

Berikut susunan tim juri sayembara desain Patung Yesus Kristus Memberkati di Tanjung Batu Kong, Semau, Kabupaten Kupang;
Ketua: Aurum Obe Titu Eki (Wakil Bupati Kupang).
Sekretaris: Linda W. Fanggidae (Unsur Akademisi Undana).
Anggota: Efraim Desprinto Lalu (Praktisi Ikatan Arsitek Indonesia), April Adiari Manu (Praktisi Pematung), Pdt. Paulus Bambang Irawan Matoneng (Unsur Rohaniwan Kristen Protestan), RD. Louis Monteiro (Unsur Rohaniwan Katholik), dan Silia Yuslim (Unsur Akademisi Universitas Trisakti).

Sebelumnya, Bupati Kupang Yosef Lede melalui sambutan yang dibacakan Asisten II Sekda menegaskan bahwa pembangunan Patung Kristus Memberkati bukan sekadar proyek monumental, melainkan salah satu program strategis Pemkab Kupang untuk periode 2025–2029. Patung ini akan menjadi ikon baru pariwisata Nusa Tenggara Timur, melengkapi kawasan Taman Wisata Rohani di Tanjung Batu Kong, Pulau Semau.

“Kabupaten Kupang telah menetapkan pariwisata sebagai salah satu penggerak utama pembangunan. Dari 75 objek wisata yang kita miliki, masyarakat menginginkan hadirnya wisata rohani yang khas, sebagai landmark kebanggaan daerah,” ujarnya.

Tanjung Batu Kong dipilih sebagai lokasi pembangunan karena memiliki posisi strategis. Terletak di pintu masuk menuju ibu kota provinsi, kawasan ini menawarkan panorama laut dan hutan yang menakjubkan, dekat dengan Pelabuhan Hansisi dan Tenau, serta dapat terlihat jelas dari udara. Patung setinggi 40 meter yang dirancang Emanuel Wicaksono ini diharapkan menjadi simbol kasih, penyambutan, dan doa berkat bagi siapa pun yang datang dan pergi dari NTT.

Dekan Fakultas Sains dan Teknik Universitas Nusa Cendana, Prof. Philiphi de Rozari, turut menyampaikan kebanggaan atas keterlibatan Undana dalam proses seleksi ini. Menurutnya, sayembara ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga ruang bagi kreativitas dan inovasi untuk melahirkan karya monumental yang memadukan nilai rohani dan budaya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kupang, Mateldius S. J. Sanam, menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah untuk merealisasikan proyek ini. “Kami akan memastikan pemenang sayembara benar-benar bekerja maksimal agar patung ini menjadi kebanggaan Kabupaten Kupang dan NTT,” tegasnya.

Ia mengungkapkan bahwa desain terpilih harus mengandung makna mendalam, harmonis dengan budaya lokal, dan memiliki daya tarik estetika tinggi. Dengan kehadiran Patung Kristus Memberkati, Mateldius berharap, bukan hanya menghadirkan keindahan, tetapi juga dampak ekonomi, sosial, dan budaya yang signifikan bagi masyarakat. Lebih dari itu, kata dia, patung itu mampu mengangkat nama Nusa Tenggara Timur di tingkat nasional hingga mancanegara, menjadikannya destinasi wisata rohani yang istimewa.*

(Alberto)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button