Nusa Tenggara Timur

Artikel Terbaik ESChE 2025, Karya Prof. Yantus A. B. Neolaka Jadi Sorotan Dunia

 

BeritaNasional.ID, KUPANG — Nama Yantus A. B. Neolaka kembali harum di kancah internasional. Dosen senior Universitas Nusa Cendana (Undana) ini sukses mengantarkan timnya meraih Penghargaan Artikel Terbaik pada ajang prestisius Energy Security and Chemical Engineering Congress (ESChE) 2025 yang digelar di The Evenly Hotel, Putrajaya, Malaysia, 12–14 Agustus 2025.

Kongres yang mengusung tema “Towards Net-Zero: Pathways to Sustainability” ini mempertemukan para pakar energi, peneliti, dan akademisi dari berbagai negara ASEAN.

Dalam forum bergengsi ini, Yantus bersama timnya—Yosep Lawa, Eka B. S. Kalla, Yovita Risna Sanur, Putri Amalia Werang, dan Siti Alawiyah—membawa pulang penghargaan tertinggi melalui karya ilmiah berjudul: “Synthesis, Characterization, and Adsorption Application of Seaweed (Eucheuma Cottonii)-Based Magnetic Biochar for Methyl Orange Dye.”

Artikel ini menghadirkan inovasi brilian dalam pemanfaatan rumput laut sebagai bahan dasar pembuatan magnetic biochar untuk mengatasi pencemaran zat warna berbahaya. Penelitian ini bukan hanya menawarkan solusi ramah lingkungan, tetapi juga mengangkat potensi lokal yang melimpah menjadi teknologi hijau berkelas dunia.

“Penelitian ini adalah bukti bahwa sumber daya alam kita di NTT bisa menjadi jawaban bagi isu global tentang keberlanjutan energi dan lingkungan. Ini langkah kecil, tapi sangat berarti untuk dunia,” ungkap Yantus kepada Bernas Network di Kupang, Senin 18 Agustus 2025.

Ajang ESChE 2025 sendiri adalah konferensi dua tahunan yang diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Fluida dan Proses Lanjutan, Universitas Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMPSA). Tahun ini, konferensi menekankan peran teknologi rendah karbon, energi terbarukan, dan inovasi teknik kimia dalam mencapai target net-zero emission.

Selain membawa pulang penghargaan bergengsi, Yantus juga tampil sebagai salah satu pembicara penting di sesi paralel bersama para pakar internasional. Tidak hanya itu, sejumlah akademisi Undana seperti Reinner Ishaq Lerrick, Kristomus Boimau, Erich Umbu Kondi Maliwemu,  Febri Odel Nitbani, Philiphi de Rozari, Gusti Budiana, Sherly M.F. Ledoh, Pius Dore Ola, dan Sealtial Mau juga berperan aktif dalam mempresentasikan riset unggulan.

Menurut Annytha I R. Detha, Wakil Rektor Bidang Akademik yang memimpin delegasi Undana, penghargaan ini adalah bukti bahwa Undana mampu bersaing di panggung global.

“Keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi civitas akademika Undana untuk terus berinovasi demi mendukung pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.*

(Alberto)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button