Lumajang

Pejabat Pendidikan Bungkam Soal Jual Beli Seragam, Wali Murid di Lumajang Kecewa

BeritaNasional.ID, LUMAJANG JATIM – Praktik penjualan seragam di koperasi sekolah kembali menuai sorotan di Lumajang. Meski sudah lama menjadi “tradisi” tiap tahun ajaran baru, pejabat pendidikan seolah menutup mata. Padahal, keluhan wali murid terus menguat.

Salah satu wali murid SMAN di Lumajang, inisial F mempertanyakan sikap Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Jember–Lumajang, Ia menilai pejabat terkait tidak serius menindaklanjuti aduan.

“Serius apa tidak sih kepala cabang dinas ini, hingga saat ini saya masih belum dikabari, padahal nomor HP saya sudah diminta,” ujarnya.

F mengaku heran. Setelah nomor ponselnya dicatat, ia tak kunjung mendapat kabar, baik dari pihak sekolah maupun cabang dinas.

Dalam ungkapannya kepada wali murid Kepala cabang dinas pendidikan Jember-Lumajang Sugeng Trianto S.sos. M.M., akan langsung menemui kepala sekolah yang bersangkutan guna menanyakan kebenarannya.

“Saya akan klarifikasi ke kepala sekolah dulu,” ujarnya kepada wali murid  

Namun, kesan “setengah hati” juga terlihat ketika Sugeng mendatangi rumah wali murid, lalu menuju sekolah. Alih-alih memberi penjelasan terbuka, ia justru menghindar dari wartawan yang telah menunggu di lobi sekolah.

Menurut keterangan seorang pegawai, kepala cabang dinas dan kepala sekolah bahkan memilih keluar dari jalur berbeda untuk menghindari sorotan publik.

“Lo kog masih ada di sini sampean, barusan kepala cabang dinas sudah keluar lewat sebelah timur, jalannya mengendap-endap masuk mobil, kepala sekolah lewat barat, apa sampean tahu,” ungkap pegawai tersebut.

Sikap diam pejabat pendidikan ini semakin memicu kekecewaan, tak hanya bagi wali murid, tetapi juga kalangan media dan pemerhati pendidikan. Alih-alih memberi sanksi kepada sekolah yang terlibat praktik jual beli seragam, pejabat terkesan melindungi bawahannya.

Pertanyaan besar kini muncul: apakah dinas benar-benar berani menertibkan praktik jual beli seragam, atau justru membiarkan budaya lama ini terus berlangsung tanpa perlawanan?

(Rochim/Bernas)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button