20 tahun Jadi Anggota DPR, Baru Kali Ini Melihat Bupati dan Wakil Bupati Pasangkan Sepatu Ke Siswa

BeritaNasional.ID, LUMAJANG JATIM – Bupati Lumajang Ir. Hj. Indah Amperawati M.Si di dampingi Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma S.H., ketua DPRD Hj.Oktafiyani S.H.,M.H., serta Ketua Badan Kehormatan (BK) PRD Lumajang Bambang Irianto yang juga, kunjungi SMPN 5 Candipuro Lumajang memastikan pelayanan pendidikan terlaksana dengan baik, serta bagikan sepatu kepada peserta didik yang di nilai sepatunya rusak, Selasa (02/09/2025).
Dalam suasana haru baik siswa maupun dewan guru serta semua jajaran yang ikut serta mendampingi Bupati dan Wakil Bupati, salah satu anggota DPRD Kabupaten Lumajang Bambang Irianto dari fraksi Golkar mengatakan baru kali ini melihat Bupati dan Wakil Bupati pasangkan sepatu kepada siswa.
“Gak ada Bupati dan Wakil Bupati pasangkan sepatu ke siswa, baru kali ini saya melihat selama 20 tahun jadi anggota DPR ini,” ucapnya
Bambang yang di ketahui menjabat Dewan Kehormatan DPRD kabupaten Lumajang apresiasi kinerja Bupati dan Wakil Bupati Lumajang secara langsung turun ke masyarakat, melihat dan mendengar langsung keluhan masyarakat di bawah.
Sementara itu, Bupati Lumajang Bunda Indah sapaan akrabnya bercerita bahwa pada waktu dirinya masih duduk di bangku sekolah dasar, sering melihat sepatu temannya rusak (jebol) yang mana di pastikan jebol sepatu pasti di depan di bagian jempol, maka dari itu Bupati bersama Wabup Lumajang memberikan sepatu gratis kepada anak anak yang di nilai sepatunya sudah rusak dan orang tuanya tidak mampu.
“Kita bisa meringankan beban orang tua, dan mudah mudahan ini bisa menjadi semangat bagi Anak-anak, Saya akan terus melakukan kegiatan ini bersama mas Wabup sampai masa jabatan kami selesai,” tegasnya
Dalam kesempatan yang sama Wakil Bupati Lumajang, Mas Yudha sapaan akrabnya mengingatkan kepada para guru agar terus telaten (sabar) dalam membimbing peserta didik.
“Berikan perhatian khusus pada anak yang nakal jangan di marahi atau di kasari,” ucapnya
Dirinya juga menyampaikan jika pembinaan pada siswa nakal dengan cara kasar maka siswa akan semakin nakal dan tidak akan peduli pada gurunya atau sekolah.
“Jika kita mendidik dengan kasar saya takutkan siswa malah makin menjauh yang berpotensi akan putus sekolah,”lanjutnya.
(Rochim/Bernas)



