Hasil Pertemuan di Aula Polres Bondowoso : Forkopimda Minta Kesepakatan Kerjasama PTPN 1 Regional 5 dengan Petani Ijen Tidak Dibatalkan

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Walaupun pertemuan antara PTPN 1 Regional 5 dengan Petani Ijen sudah berjalan sebanyak 3 kali, tapi belum menemukukan solusi. Padahal setiap pertemuan disaksikan oleh Forkopimda dan anggota DPR RI Komisi VI DPR RI.
Pantauan BeritaNasional.ID, pertemuan pertama di gelar di ruang Rapat Gabungan Paripurna DPRD, hasilnya zonk, karena PTPN dinilai tidak komitmen dengan janjinya. Seminggu kemudian, pertemuan dilanjutkan di Aula Kejari Bondowoso.
Hasilnya sudah ada titik terang. Yaitu petani akan diajak bekerjasama dalam penanaman kopi oleh PTPN. Apabila ada petani yang ingin menanam tanaman holtikultura, maka akan disediakan lahannya.
Namun, keputusan dari pertemuan yang sangat melelahkan dan menguras energy tersebut hampa, karena ternyata, menurut manajer PTPN dalam pertemuan di Aula Mapolres, Direksi BUMN yang menaungi PTPN 1 Regional 5 menolak keputusan.
Salah satu petani, H. Kusnadi membenarkan informasi tersebut. Awalnya petani sepakat bekerjasama dengan PTPN dalam penanaman kopi di lahan yang sudah direlokasi. Untuk tehnisnya, setelah pertemuan di Aula Kejaksaan, pihak terkait bertemu di Kantor Arabika Kalisat.
“Peserta rapat adalah Kepala Desa Sempol dan Jampit serta beberapa tokoh termasuk saya. Dalam pertemuan tersebut, PTPN menjelaskan skema kerjasama penanaman kopi bersama petani,” jelasnya.
Dari skema yang dipaparkan PTPN, lanjutnya, ada 1 poin yang belum disepakati oleh PTPN. Petani minta pembagian hasil tanam kopi 60 untuk petani dan 40 untuk PTPN. Petani minta 70 untuk petani sisanya PTPN.
Ditambahkan, ternyata ketika rapat di Aula Polres kemarin, rencana kerjasama akan dibatalkan oleh PTPN, karena dalam kerjasama, selama 4 tahun petani tidak akan mendapatkan penghasilan dan membutuhkan biaya yang sangat besar.
Akibat pembatalan tersebut, terjadilah perdebatan yang cukup panas. Forkopimda minta pada Nashim Khan, anggota Komisi VI DPR RI yang merupakan mitra BUMN, agar kesepakatan petani dengan PTPN tidak dibatalkan.
“Pihak PTPN bersama Nasim akan membawa hasil pertemuan di Mapolres dan hasilnya akan disampaikan pada Senin depan. Petani dari zona 1 sampai 6 sepakat bekerjasama dengan PTPN dalam penenaman kopi,” jelasnya.



