Tanpa Bebani APBD, Bupati Falent Kebo Hadiri Peringatan Proklamasi Oecusse-Timor Leste

BeritaNasional.ID, KEFAMENANU – Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur, Yoseph Falentinus Delasalle Kebo, menghadiri upacara peringatan 50 tahun Proklamasi di Oecusse, Timor Leste, sebagai salah satu tamu undangan resmi.
Kehadiran Bupati Falent Kebo dalam acara kenegaraan tersebut menjadi perhatian publik, bukan hanya karena pentingnya momen tersebut, tetapi juga karena seluruh biaya perjalanan ditanggung oleh dirinya secara pribadi.
Dalam keterangannya, Bupati Falent menegaskan bahwa undangan dari Pemerintah Oecusse merupakan agenda kenegaraan yang patut dihormati, terlebih posisi TTU sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan wilayah tersebut.
“Alokasi perjalanan ke Oecusse Timor Leste itu undangan negara dan penting, sehingga harus ikut,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa perjalanan ini tidak menggunakan anggaran perjalanan dinas luar negeri.
“Kita melakukan kunjungan ini juga menggunakan biaya pribadi semua,” ujarnya.
Kehadiran Bupati Falent dalam upacara Proklamasi Kemerdekaan ke-50 Oecusse sekaligus menjadi simbol kuat hubungan kekerabatan dan persaudaraan yang terjalin di kawasan perbatasan.
Ia juga turut menghadiri jamuan kenegaraan khusus yang digelar oleh Pemerintah Oecusse, di mana dirinya menjadi salah satu kepala daerah perbatasan dari Indonesia yang mendapat penghormatan untuk hadir.
Bupati Falent menyebut bahwa kunjungan ini merupakan kali kedua dirinya menginjakkan kaki di Oecusse.
Menurutnya, hubungan sosial budaya antara masyarakat TTU dan Oecusse adalah alasan utama yang memperkuat kedekatan kedua wilayah.
“Kita juga saudara sebab satu bahasa, satu suku, yang tidak bisa dipisahkan oleh perbatasan,” katanya.
Ia berharap, hubungan baik ini terus terjalin dalam semangat persaudaraan dan kerja sama lintas batas, sehingga kedua wilayah dapat saling mendukung dalam pembangunan sosial, budaya, dan ekonomi.
Melalui kunjungan ini, Bupati Falent tidak hanya menunjukkan komitmen terhadap hubungan diplomatik dengan negara tetangga, tetapi juga memperlihatkan sikap pribadi sebagai pemimpin yang menghargai persatuan dan kedekatan budaya di wilayah perbatasan.
Kunjungan penuh makna tersebut menjadi langkah konkret dalam memperkuat hubungan harmonis antara TTU dan Oecusse, sekaligus mengukuhkan semangat persaudaraan yang tak pernah surut meskipun dipisahkan oleh garis batas negara.*
Alberto/Bernas



