Kapolda NTT Apresiasi Pengungkapan 11 Juta Batang Rokok Ilegal di Perbatasan Belu

BeritaNasional.ID, KUPANG — Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT), Rudi Darmoko, memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan jajaran Polres Belu bersama Bea Cukai Atambua dalam mengungkap kasus penyelundupan rokok ilegal berskala besar di wilayah perbatasan.
Apresiasi tersebut disampaikan melalui Kabidhumas Polda NTT, Henry Novika Chandra, dalam keterangannya di Mapolda NTT, Senin (27/4/2026).
Menurut Kabidhumas, Kapolda menilai keberhasilan ini sebagai bukti nyata profesionalisme, dedikasi, serta soliditas aparat di lapangan dalam menjalankan tugas penegakan hukum, khususnya di kawasan perbatasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap berbagai aktivitas ilegal.
“Kapolda NTT menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan sinergitas yang telah ditunjukkan oleh Polres Belu bersama Bea Cukai Atambua. Ini merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam menjaga kedaulatan negara dan melindungi perekonomian nasional,” ujar Henry.
Dalam pengungkapan tersebut, aparat berhasil mengamankan sebanyak 11.000.000 batang rokok ilegal jenis Sigaret Putih Mesin yang diduga diselundupkan oleh warga negara asing. Penindakan ini tidak hanya menghentikan peredaran barang ilegal, tetapi juga menyelamatkan potensi kerugian negara yang diperkirakan mencapai Rp23,1 miliar.
Kapolda NTT juga menekankan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kuatnya kolaborasi lintas instansi, khususnya antara Polri dan Bea Cukai, dalam memutus jaringan penyelundupan lintas negara.
“Sinergi yang kuat menjadi kunci utama dalam keberhasilan pengungkapan ini. Ke depan, kolaborasi seperti ini harus terus ditingkatkan guna menghadapi berbagai tantangan kejahatan yang semakin kompleks,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Kapolda berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Polda NTT untuk terus meningkatkan kinerja, profesionalitas, serta pelayanan kepada masyarakat.
Keberhasilan ini sekaligus menegaskan komitmen Polda NTT dalam mendukung upaya pemerintah menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan nasional, terutama di wilayah perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan Republik Demokratik Timor Leste.*
Alberto



