
BeritaNasional.id, SITUBONDO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Situbondo menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) pada Sabtu (4/4/2026) malam di Hotel Ed Lotus Situbondo. Forum lima tahunan ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penjaringan calon ketua baru.
Muscab berlangsung khidmat dengan dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Wakil Bupati Ulfiyah, jajaran pengurus PAC dan DPC PKB, anggota Fraksi PKB DPRD, serta pimpinan partai politik lain di Situbondo.
Ketua DPC PKB Situbondo, Lora Ali Yafie Mughni atau yang akrab disapa Ra Yafie, memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai mekanisme organisasi, mulai dari pembukaan hingga sidang pleno.
“Alhamdulillah, Musyawarah Cabang berjalan lancar dan seluruh sidang pleno berlangsung sebagaimana mestinya,” ujar Ra Yafie.
Dari hasil Muscab, empat nama mengerucut sebagai bakal calon Ketua DPC PKB Situbondo. Mereka adalah Ali Yafie (petahana), Yoyok Mulyadi (mantan Wakil Bupati Situbondo), Mahbub Junaidi (Ketua DPRD Situbondo), dan Johantono (anggota DPRD Situbondo).
Namun, Ra Yafie menegaskan bahwa Muscab tidak langsung menetapkan ketua terpilih. Forum ini hanya menjaring nama-nama kandidat yang selanjutnya akan diserahkan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB untuk proses seleksi lanjutan.
“Nama-nama tersebut akan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan, baik dari sisi ideologis maupun psikologis,” jelasnya.
Menariknya, mekanisme penjaringan kali ini berbeda dari periode sebelumnya. DPP PKB memberikan mandat kepada Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) untuk membentuk “Tim Tujuh” yang bertugas melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap para kandidat.
Tim tersebut memiliki kewenangan penuh untuk menentukan figur yang dinilai paling layak memimpin DPC PKB Situbondo ke depan.
“Ini mekanisme baru yang membuat proses lebih dinamis. Tim Tujuh akan mencari kader terbaik untuk memimpin,” kata Ra Yafie.
Selain penjaringan ketua, Muscab juga menjadi ajang evaluasi kinerja kepengurusan periode 2021–2026 serta penyusunan program strategis lima tahun ke depan.
PKB Situbondo pun memasang target ambisius pada Pemilu Legislatif 2029. Dari perolehan saat ini sebanyak 13 kursi, partai menargetkan peningkatan menjadi 18 kursi.
Ra Yafie mengingatkan kader agar tidak terjebak pada persoalan figur semata, melainkan fokus pada peran nyata partai di tengah masyarakat.
“Jangan mempersoalkan siapa yang menjadi ketua, tapi bagaimana PKB benar-benar hadir dan menjadi solusi bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan DPP PKB, Anggia Erma Rini yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi VI DPR RI didampingi Nasim Khan anggota Komisi VI DPR RI FPKB dari Dapil III Jatim (Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso) menekankan pentingnya kehadiran kader di tengah masyarakat, terutama dalam menghadapi dinamika global yang berdampak hingga tingkat rumah tangga.
Menurutnya, isu geopolitik global dapat berimbas langsung pada kehidupan sehari-hari, seperti kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
“Kalau terjadi konflik global, dampaknya bisa sampai ke rumah kita, misalnya harga BBM naik. Ini harus direspons secara bijaksana oleh kader PKB,” ujar Anggia.
Ia juga menegaskan bahwa PKB tidak boleh menjaga jarak dengan realitas sosial. Kader dituntut untuk aktif mendengar dan merespons kebutuhan masyarakat.
“PKB harus hadir. Kita tidak hanya memimpin, tapi juga mendengar. Suara rakyat adalah kompas perjuangan,” tegasnya.



