Heboh! HPSN 2026 di Probolinggo: Botol Plastik Bisa Ditukar Tahu, Telur hingga Mi Instan di TPA Bestari

BeritaNasional.ID, PROBOLINGGO JATIM – Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 di Kota Probolinggo berlangsung meriah dan penuh inovasi. Kegiatan yang digelar di TPA Bestari, Jalan Anggrek, Kecamatan Mayangan, Jumat (17/4/2026) pukul 09.30 WIB itu sukses menarik perhatian masyarakat dengan berbagai program edukatif dan aksi nyata peduli lingkungan.
Sejak pintu masuk kawasan TPA Bestari, suasana peringatan sudah terasa semarak dengan berdirinya berbagai stan pameran yang menampilkan kreativitas pengelolaan sampah. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah program Pasprotol (Pasar Penukaran Botol), yang memungkinkan masyarakat menukar sampah botol plastik dengan kebutuhan pokok.
Dalam program ini, warga cukup membawa 10 botol bening bekas air mineral ukuran 600 ml, 6 botol ukuran 1500 ml, atau 1 galon bekas, untuk ditukarkan dengan paket bahan makanan seperti tahu, tempe, telur hingga mi instan. Inovasi tersebut menjadi cara unik untuk mengajak masyarakat lebih peduli pada pengelolaan sampah sekaligus mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Tak hanya itu, sejumlah stan dari berbagai kelurahan juga turut memamerkan produk kreatif hasil daur ulang. Di antaranya berasal dari Kelurahan Pakistaji, Kampung Dalang Jiduran Kelurahan Jati, serta Kampung Dora Himalaya Kelurahan Triwung Lor, yang menampilkan beragam karya berbasis pengolahan sampah menjadi barang bernilai guna.
Mengusung tema “Kolaborasi untuk Indonesia Asri”, peringatan HPSN 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam pengelolaan sampah terpadu. Seluruh rangkaian acara juga menerapkan konsep less waste event, yaitu membatasi penggunaan plastik sekali pakai serta mendorong peserta membawa kantong dan wadah sendiri.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Probolinggo, Retno Wandansari, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menangani persoalan sampah secara berkelanjutan.
“Fokus kami adalah mendorong pemilahan sampah dari sumbernya melalui penguatan bank sampah dan pengelolaan berbasis kawasan di tingkat RW,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, juga menandatangani komitmen bersama pengelolaan sampah terpadu skala kawasan bersama para camat, lurah, dan ketua RW yang menjadi pilot project program tersebut.
Selain penandatanganan komitmen, pemerintah kota juga menyerahkan berbagai bantuan berupa komposter aerob, tempat sampah pilah tiga jenis, serta pupuk kompos kepada sejumlah organisasi dan kelompok masyarakat, seperti Bhayangkari, Persit Kartika Chandra Kirana, Ikatan Adhyaksa Dharmakarini, serta RW yang terlibat dalam proyek percontohan.
Dukungan juga datang dari sektor swasta. Melalui program CSR, PT Eratex Djaja memberikan bantuan kepada komunitas Forum Masyarakat Peduli Sungai (Formalis) berupa 20 kaos dan 18 peralatan keselamatan.
Wali Kota dr. Aminuddin menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan tantangan besar yang harus dihadapi bersama.
“Sampah adalah musuh bersama. Penanganannya membutuhkan komitmen kolektif mulai dari rumah tangga hingga kawasan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat tentang ancaman pencemaran mikroplastik dan kualitas air yang berpotensi memicu berbagai penyakit di usia muda. Karena itu, ia mengajak masyarakat terus berinovasi dalam pengelolaan sampah dan memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan pemerintah.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Penjabat Sekretaris Daerah Rey Suwigtyo, Ketua TP PKK dr. Evariani, jajaran Forkopimda, staf ahli, asisten, perangkat daerah, camat, lurah, mitra perusahaan, serta berbagai komunitas pecinta lingkungan.
Melalui peringatan HPSN 2026 ini, Pemerintah Kota Probolinggo berharap kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah semakin meningkat, sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.
(Yul/Bernas)



