Tidak Ingin Ketinggalan Informasi, Diskominfo Ikuti SPBE

Beritaasiona. ID, BONDOWOSO JATIM – Digital saat ini merupakan system yang harus diikuti perkembangannya oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso kalau tidak ingin ketinggal informasi.
Hl itu diungkapkan oleh Bupati Dr. KH. Abd. Hamid Wahid, MAg melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bondowoso, Dwi Wahyudi, S.Sos, M.M, melalui website resmi Pemkab.
Dwi, sapaannya menyampaikan saat mengikuti kegiatan sharing session dan hibah aplikasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) kepada anggota Asosiasi Pemkab Seluruh Indonesia (Apkasi), secara virtual melalui Zoom Meeting ini diikuti dari Command Center Bondowoso.
Acara tersebut dihadiri oleh Direktur Eksekutif Apkasi, Sarman Simanjorang, dengan menghadirkan Bupati Sumedang sebagai narasumber utama yang memaparkan keberhasilan transformasi digital di wilayahnya.
Dalam paparannya, Bupati Sumedang menjelaskan bahwa fondasi pembangunan tata kelola pemerintahan di Sumedang bertumpu pada dua pilar utama, reformasi birokrasi dan penerapan SPBE yang terintegrasi.
Reformasi birokrasi yang dijalankan bukan sekadar perubahan struktural, melainkan perubahan mindset dan budaya kerja ASN. Transformasi ini mendorong ASN untuk beralih dari budaya dilayani menjadi melayani masyarakat.
“Keluar dari zona nyaman menuju zona kompetitif, bermigrasi dari sistem manual ke sistem digital, dan mengubah pola business as usual menjadi budaya inovatif dan adaptif,” jelasnya dalam zoom meeting.
Transformasi digital di Kabupaten Sumedang diperkuat dengan pendekatan DNA (Device, Network, and Application). Device Memastikan ketersediaan perangkat pendukung kerja ASN, Network Menjamin konektivitas andal hingga ke pelosok daerah, dan Application Menjadi instrumen utama untuk layanan yang cepat, transparan, dan terukur.
Keberlanjutan transformasi ini juga dipayungi oleh regulasi yang kuat berupa Peraturan Daerah tentang Transformasi Digital. Dengan payung hukum ini, setiap kebijakan wajib memiliki end point pada platform digital sehingga seluruh program terdokumentasi dan dapat dievaluasi secara real-time. (Syamsul Arifin/Bernas)



