Tingkatkan PAD, Bupati Gelar High Level Meeting Transformasi Digital

Beritaasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Banyak inovasi yang dilakukan Bupati KH. Bd. Hamid Wahid dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah melalui pemanfaatan teknologi. Salah satu diantaranya High Level Meeting (HLM) Transformasi Digital.
Sistem ini merupakan langkah progresif Pemerintah Kabupaten Bondowoso yang difokuskan pada optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Jumat hingga Sabtu (1-2/5/2026) di Catimore Homestay, Kecamatan Ijen.
Forum ini dihadiri oleh Bupati Bondowoso, Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., Wakil Bupati Lora As’ad Yahya Safi’i, S.E., dan Sekretaris Daerah Dr. Fathur Rozi, M.Fil’I. Turut seluruh Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda (1, 2, dan 3), Kepala Perangkat Daerah, Kepala Bagian di lingkungan Setda, hingga seluruh Camat se-Kabupaten Bondowoso.
Ra Hamid, sapaan Bupati mengatakan, HLM merupakan momentum penting untuk menyatukan visi dan frekuensi seluruh jajaran birokrasi. Transformasi digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan dalam tata kelola pemerintahan modern.
“Terutama untuk menutup celah kebocoran dan memaksimalkan potensi PAD. Forum ini menjadi upaya kita bersama untuk merumuskan langkah strategis dan menyiapkan implementasi teknis transformasi digital,” jelasnya.
Fokus awal kita adalah penguatan pondasi sistem keuangan melalui elektronifikasi dan digitalisasi transaksi daerah. Pemkab Bondowoso telah menyelesaikan tahap pemetaan awal. Hasil dari HLM ini akan ditindaklanjuti ke ranah teknis-implementatif agar menghasilkan peta kebijakan yang lebih terukur, transparan, dan akuntabel.
Bupati menilai, Bondowoso memiliki modalitas yang sangat besar untuk memperkuat postur fiskal daerah. Kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah serta posisi geografis yang strategis di jalur penghubung kawasan Tapal Kuda menjadi keunggulan kompetitif yang harus dikelola secara digital.
Dalam praktek di lapangan, pentingnya kolaborasi kawasan melalui konsep aglomerasi Selingkar Ijen. Dalam konsep ini, terdapat tiga pilar utama yang menjadi fokus pengembangan, diantarnya sektor Pariwisata, dengan mengoptimalkan daya tarik destinasi kelas dunia.
“Sektor Ketahanan Pangan dengan memperkuat sektor agribisnis sebagai tulang punggung ekonomi, dan Konektivitas Transportasi dengan menjamin kelancaran arus barang dan jasa,” jelasnya. (Syamsul Arifin/Bernas)



