Perang Lawan Narkoba dan HP Ilegal, Lapas Probolinggo Gandeng TNI-Polri Gelar Razia Mendadak

BeritaNasional.ID, PROBOLINGGO JATIM– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Probolinggo terus menunjukkan komitmen kuat dalam memberantas peredaran narkoba dan telepon genggam (HP) ilegal di dalam lapas. Upaya tersebut diwujudkan melalui operasi pemeriksaan mendadak yang digelar secara rutin dengan waktu acak.
Langkah tegas ini dilakukan guna memastikan lingkungan lapas tetap aman, tertib, bersih, serta terbebas dari berbagai praktik pelanggaran yang berpotensi mengganggu proses pembinaan warga binaan.
Dalam operasi gabungan tersebut, pihak lapas melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, BNN/BNNK, pemerintah daerah, akademisi, organisasi masyarakat, LSM, hingga awak media. Pelibatan lintas sektor ini menjadi bentuk transparansi sekaligus penguatan pengawasan bersama terhadap potensi peredaran barang terlarang di dalam lapas.
Tak hanya melakukan razia kamar hunian, Lapas Probolinggo juga menggelar tes urine terhadap 300 warga binaan dan 69 pegawai lapas. Hasilnya, seluruh peserta dinyatakan negatif narkoba.
Kepala Lapas Kelas IIB Probolinggo, Muhammad Bayu Hendaruseto, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen nasional jajaran pemasyarakatan dalam memerangi narkoba, peredaran HP ilegal, serta praktik penipuan dari dalam lapas.
“Kami melaksanakan ikrar komitmen bebas dari narkoba, peredaran HP ilegal, dan penipuan secara serentak atas perintah pimpinan kami di seluruh Indonesia. Ini menjadi bentuk keseriusan kami bahwa benar-benar perang terhadap hal tersebut,” ujar Bayu.
Ia menegaskan pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk pelanggaran yang berkaitan dengan narkoba maupun barang terlarang lainnya.
“Tidak ada toleransi, tidak ada pungutan uang sedikit pun untuk partisipasi kegiatan ini. Kami siap dievaluasi, bahkan siap dicopot jika tidak mampu menjalankan komitmen pemberantasan narkoba ini. Ini menjadi titik ketegasan kami,” tegasnya.
Menurut Bayu, penggeledahan rutin sebenarnya telah dilakukan minimal tiga kali dalam sepekan dengan waktu dan situasi yang dibuat acak. Namun pada operasi kali ini, pengawasan diperkuat dengan melibatkan aparat TNI dan Polri agar pemeriksaan berjalan lebih maksimal.
Sementara itu, Babinsa Mangunharjo, Serka M. Salim dan Serda M. Abdul Rahman, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas yang dilakukan pihak lapas.
“Kami mendukung penuh operasi pemeriksaan ketat untuk mencegah peredaran HP dan narkoba. Langkah ini sangat penting di tengah maraknya kasus penyelundupan yang dapat mengganggu proses rehabilitasi narapidana,” ujarnya.
(Yuli/Bernas)



