YBM BRILiaN BRI Kediri Gelontorkan Rp109,7 Juta untuk Program Cegah Stunting di Desa Seketi

KEDIRI – Masalah stunting masih menjadi tantangan besar dalam pembangunan sumber daya manusia di Indonesia. Merespons hal tersebut, Yayasan Baitul Maal (YBM) BRILiaN Regional Office Malang dan mendapatkan dukungan penuh dari BRI Kediri mengambil langkah nyata dengan meluncurkan “Program Cegah Stunting” yang dipusatkan di Desa Seketi, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.
Program yang berlangsung selama 90 hari, sejak 7 Oktober 2025 hingga 5 Januari 2026 ini, merupakan bentuk komitmen YBM BRILiaN—lembaga filantropi Islam yang berada di bawah naungan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI)—dalam mendukung agenda nasional pemerintah untuk menurunkan angka prevalensi stunting.
Pendekatan Holistik dan Peran Tenaga Ahli Berdasarkan aspek Maqashid Syariah dalam menjaga keturunan (Hifdz An-Nahl), YBM BRILiaN tidak hanya memberikan bantuan bersifat konsumtif. Dengan total anggaran sebesar Rp 109.700.000,-, lembaga ini menerapkan intervensi yang sangat terukur.
Salah satu kunci utama keberhasilan program ini adalah keterlibatan Tenaga Ahli Gizi. Kehadiran ahli gizi ini memastikan bahwa setiap paket makanan tambahan yang diberikan kepada balita memiliki komposisi mikronutrien dan makronutrien yang tepat. Hal ini bertujuan agar asupan yang diterima anak benar-benar efektif dalam menstimulasi pertumbuhan fisik dan kecerdasan otak.
Selain pemberian paket nutrisi harian, program ini mengedukasi orang tua melalui Kelas Gizi, seminar pola asuh (parenting), serta penyuluhan sanitasi. Langkah ini diambil karena stunting sering kali dipicu oleh minimnya pemahaman mengenai pangan bergizi dan kurangnya kesadaran akan kesehatan jangka panjang di lingkungan keluarga.
Sinergi Lintas Sektor Menuju Kediri Zero Stunting Keberhasilan intervensi ini tidak lepas dari kolaborasi harmonis dengan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Desa Seketi, Pihak Kecamatan Ngadiluwih, hingga Puskesmas Ngadiluwih.
Kepala Puskesmas Ngadiluwih, dr. Mustadhim, memberikan apresiasi tinggi atas inisiasi YBM BRILiaN. Menurutnya, masalah stunting tidak bisa diselesaikan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan gotong royong semua pihak.
“Persoalan stunting harus ditangani secara bersama-sama dari lintas sektor. Kolaborasi seperti yang dilakukan YBM BRILiaN ini sangat krusial agar target kita mewujudkan Kabupaten Kediri zero stunting dapat tercapai dengan lebih cepat,” ujar dr. Mustadhim dalam sela-sela kegiatan monitoring.
Evaluasi Program: Hasil yang Menggembirakan Setelah tiga bulan masa intervensi, program ini menunjukkan hasil yang sangat positif. Berdasarkan hasil monitoring bulanan terhadap Berat Badan (BB) dan Tinggi Badan (TB), tercatat bahwa dari total balita sasaran, sebanyak 33 balita atau sebesar 82,5% mengalami kenaikan berat badan yang sesuai dengan Kenaikan Berat Badan Minimal (KBM).
Secara statistik, persentase keberhasilan ini menunjukkan tren kenaikan yang signifikan setiap bulannya. Meski terdapat 5 balita (12,5%) yang mengalami penurunan berat badan, tim di lapangan mengidentifikasi bahwa hal tersebut disebabkan oleh faktor medis, di mana balita tersebut sempat jatuh sakit dan menjalani perawatan (MRS) sehingga nafsu makan menurun secara drastis.
Harapan Pasca-Program Melalui program ini, YBM BRILiaN berharap masyarakat di Desa Seketi memiliki kemandirian dalam menjaga pola hidup sehat. Sebagai lembaga di bawah naungan BRI, YBM BRILiaN terus berupaya menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah dari para karyawan BRI untuk kemaslahatan umat, salah satunya melalui peningkatan taraf kesehatan anak-anak Indonesia.
Dengan berakhirnya program di awal Januari 2026 ini, diharapkan pondasi kesehatan yang telah dibangun dapat terus dilanjutkan secara mandiri oleh para orang tua demi masa depan anak-anak yang lebih cerah dan berkualitas.



