Bupati Malang Apresiasi Pelantikan Aremania Utas 2026–2030, Dorong Suporter Jadi Teladan Sepak Bola Nasional

BeritaNasional,ID. Malang – Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M., menghadiri dan memberikan apresiasi penuh atas pelantikan Pengurus Pusat Aremania Utas periode 2026–2030 yang berlangsung di Cemara Ballroom, Singosari, pada Minggu malam lalu (2/8/2026). Momen ini menjadi tonggak penting bagi komunitas untuk semakin mengukuhkan jati diri sebagai kelompok suporter yang dewasa, berkarakter, dan mampu menjadi teladan bagi sepak bola Indonesia.
Acara pelantikan tersebut turut dihadiri jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta pimpinan daerah se-Malang Raya, antara lain Kapolres Malang, Kapolresta Malang, Wali Kota beserta Wakil Wali Kota Malang, Sekretaris Daerah Kabupaten dan Kota Malang, para pendiri Aremania, jajaran manajemen Arema FC, serta para pengurus yang baru saja dilantik.
Dalam sambutannya, Bupati Sanusi menegaskan bahwa kepengurusan yang baru menerima amanah ini bukan sekadar pergantian pimpinan, melainkan memikul tanggung jawab besar untuk menjaga nama baik dan marwah Aremania sebagai salah satu komunitas suporter terbesar di Tanah Air.
“Pergantian kepemimpinan ini bukan sekadar serah terima jabatan. Amanah yang diemban harus mampu menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat. Aremania Utas harus menjadi contoh teladan yang patut ditiru, baik oleh warga Kabupaten Malang maupun dunia sepak bola Indonesia secara luas,” ujar Sanusi.
Pada kesempatan itu, ia pun mengenang perjalanan panjang budaya suporter di Malang yang kini telah berubah sangat jauh. Dulu, pada era 1980-an, pertandingan sepak bola kerap identik dengan ketegangan. Saat itu, banyak toko hingga stasiun pengisian bahan bakar memilih menutup usaha saat laga berlangsung, dikarenakan kekhawatiran akan terjadinya kericuhan.
Sanusi juga berbagi pengalaman pribadi saat masih menjadi mahasiswa puluhan tahun silam, di mana ia terpaksa mengenakan sarung agar diterima oleh lingkungan suporter demi menjaga keselamatan selama perjalanan. Ia bahkan pernah menjadi korban pemukulan dalam perjalanan pulang sekolah, saat atmosfer persuporteran masih penuh kekerasan pada masa itu.
Kini, segala hal tersebut telah berubah sepenuhnya. Berkat pembinaan, edukasi, serta tumbuhnya kesadaran para suporter dari waktu ke waktu, kehadiran Aremania justru membawa dampak positif bagi kehidupan sosial hingga perekonomian masyarakat setempat. “Dulu saat ada pertandingan, banyak tempat usaha memilih tutup. Kini justru sebaliknya, kehadiran Aremania membuat pelaku UMKM semakin bersemangat membuka lapak. Ini adalah sebuah kemajuan yang sangat luar biasa,” tuturnya.
Bupati juga mengapresiasi meningkatnya kedisiplinan yang ditunjukkan para suporter belakangan ini, mulai dari kepatuhan menggunakan helm saat berkendara hingga ketertiban dalam aktivitas sehari-hari. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa budaya suporter di Malang terus berkembang ke arah yang lebih positif dan penuh tanggung jawab.
Di akhir sambutan, Sanusi mengajak seluruh keluarga besar Aremania untuk terus menjaga semangat persatuan yang terangkum dalam semboyan “Salam Satu Jiwa”. Semangat itu diharapkan terwujud dalam perbuatan nyata, guna menjaga keamanan, mempererat solidaritas, serta menginspirasi masyarakat luas.
Pemerintah Kabupaten Malang pun menaruh harapan besar kepada kepengurusan Aremania Utas periode 2026–2030, agar mampu melahirkan berbagai pembaruan, memperkuat persatuan organisasi, serta menjadi mitra setia dalam mewujudkan sepak bola nasional yang aman, berprestasi, dan membawa manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. (den)



