Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan Bromo, Polres Malang Pastikan Kawasan Jemplang Aman

BeritaNasional,ID. Malang – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan lindung Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kini memasuki hari ketujuh penanganan intensif. Meski titik api masih bertahan di wilayah administratif Probolinggo dan Pasuruan, pihak kepolisian melalui Kasihumas Polres Malang, AKP M Budiono, secara resmi memastikan kawasan strategis Jemplang, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, berada dalam kondisi aman, terkendali, dan kondusif hingga saat ini.
Berdasarkan pantauan yang disampaikan AKP M Budiono, hingga Minggu malam (9/8/2026) pukul 21.00 WIB, api masih terpantau menyala di kawasan hutan Blok P 30, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Di lokasi tersebut, upaya pemadaman terus digencarkan oleh tim gabungan dari wilayah Probolinggo yang bekerja bersinergi dengan petugas Balai Besar TNBTS melalui penjangkauan jalur darat meskipun dihadapkan pada medan perbukitan yang terjal dan sulit dilalui.
“Untuk wilayah Jemplang, tepatnya Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, situasi hingga Minggu malam pukul 21.00 WIB dinyatakan aman dan kondusif. Namun demikian, kami tidak sedikit pun melonggarkan kewaspadaan; seluruh personel tetap bersiaga penuh untuk segera bertindak apabila terjadi potensi rembetan api atau perubahan situasi yang tidak diinginkan,” tegas AKP Budiono,
Untuk memperkuat upaya pemadaman yang terhambat kondisi geografis, operasi pemadaman dari udara atau penyiraman masif (water bombing) terus dilanjutkan sebagai langkah strategis menjangkau titik api yang mustahil dijangkau tim darat. Sebanyak tiga unit helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah dikerahkan secara terjadwal untuk menyiram titik api di kawasan Blok P 30 sekaligus menekan penyebaran api di wilayah Dingklik, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.
Berdasarkan data yang dihimpun Kasihumas Polres Malang, titik api baru di kawasan Dingklik pertama kali terdeteksi pada Minggu siang pukul 13.00 WIB. Hingga sore hari pukul 18.00 WIB, kepulan asap tebal berwarna keabu-abuan masih terlihat membumbung tinggi menandakan api belum sepenuhnya padam di titik tersebut.
“Operasi water bombing ini bukan sekadar pelengkap, melainkan solusi utama untuk mempercepat pemadaman di lokasi yang curam, terpencil, dan sulit dijangkau petugas yang berjalan kaki. Kombinasi kerja tim darat dan dukungan udara diharapkan dapat menekan luas kebakaran serta mencegah api meluas ke area hutan yang masih utuh,” ujarnya
Sebagai bentuk nyata kesiapan pertahanan wilayah Kabupaten Malang dari bahaya rembetan api, AKP Budiono juga melaporkan telah dilaksanakannya apel siaga gabungan di Pos Jemplang Bromo Hillside, Desa Ngadas. Apel ini dihadiri oleh personel terpadu yang terdiri dari unsur TNI, Polri, serta Polhut Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tumpang. Kegiatan tersebut bertujuan menyatukan komando, memantapkan pembagian tugas, dan membangun kesigapan mental seluruh tim agar siap bergerak cepat dalam hitungan menit jika ada ancaman bahaya.
Selain upaya teknis di lapangan, penanganan darurat karhutla di kawasan ikonik Bromo ini juga mendapat sorotan serius dan perhatian langsung dari pemerintah pusat. Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, telah melaksanakan kunjungan kerja khusus untuk meninjau kondisi lokasi kebakaran secara langsung. Peninjauan dilakukan di titik strategis kawasan Apsara Bromo dan Cafe Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, guna memantau kendala yang dihadapi tim serta memastikan dukungan sumber daya memadai.
AKP M Budiono menegaskan bahwa komitmen menjaga keamanan wilayah tidak akan meredup selama bahaya api masih mengancam. Koordinasi lintas instansi, pemantauan 24 jam non-henti, serta penempatan personel di titik rawan akan terus dipertahankan demi melindungi keselamatan warga sekitar sekaligus menjaga kelestarian ekosistem hutan Bromo yang menjadi paru-paru alam dan aset pariwisata nasional.
“Kami bersama seluruh unsur terkait terus melakukan pemantauan ketat dan menjaga kesiapan siaga siang maupun malam. Apabila ditemukan perkembangan situasi terbaru atau muncul titik api baru, penanganan terpadu dan cepat akan segera kami laksanakan bersama-sama demi keselamatan bersama,” pungkasnya (den)



