Semarak Maulid Nabi di Situbondo, 2.400 Ancak Agung Diarak Dari Dua Penjuru

BeritaNasional.id. SITUBONDO – Ribuan warga Situbondo kembali menghidupkan tradisi Kirab Ancak Agung untuk menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW, Sabtu (15/8/2026).
Tahun ini, sebanyak 2.400 ancak dikirab dari dua penjuru Kabupaten Situbondo. Tradisi tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Situbondo (Harjakasi) ke-208 dan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo atau Mas Rio bersama jajaran Forkopimda turut mengusung ancak. Rombongan laki-laki bergerak dari kawasan Kantor Pemerintah Kabupaten Situbondo menuju Pendopo Bupati.
Sementara itu, Wakil Bupati Situbondo Ulfiah bersama rombongan mengangkut ancak dari kawasan pertokoan New Delhi menuju Pendopo.
Dua rombongan tersebut kemudian bergerak menuju titik tengah, yakni kawasan Pendopo dan Alun-alun Situbondo.
Mas Rio mengatakan, tradisi Ancak Agung merupakan bentuk kegembiraan masyarakat dalam menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW.
“Kalau saya tanya kepada kiai, isinya itu telur, buah-buahan, dan hasil bumi lainnya untuk menyambut Maulid Nabi,” kata Mas Rio.
Menurut dia, keberadaan ancak bukan sekadar rangkaian hasil bumi yang dihias dan diarak. Tradisi tersebut menjadi simbol keterlibatan masyarakat dalam mengekspresikan rasa syukur dan sukacita menyambut Maulid Nabi.
“Ini ungkapan rasa sukacita masyarakat menyambut Maulid Nabi. Ini sebuah sejarah di mana masyarakat terlibat dengan mengungkapkan rasa sukacitanya,” ujarnya.
Kirab dari dua penjuru juga memiliki makna tersendiri. Rombongan dari sisi barat dan timur sama-sama membawa defile ancak menuju satu titik pertemuan.
Dengan jumlah mencapai 2.400 ancak, suasana jalanan Situbondo pun dipenuhi arak-arakan warga yang membawa hasil bumi dengan berbagai bentuk dan hiasan.
Tradisi tersebut menjadi salah satu agenda budaya dan keagamaan yang terus dipertahankan masyarakat Situbondo. Selain memperkuat semangat kebersamaan, Ancak Agung juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk melestarikan tradisi lokal yang berkaitan erat dengan perayaan Maulid Nabi.
Rangkaian kegiatan tidak berhenti pada kirab. Setelah pelaksanaan salat Isya, acara akan dilanjutkan dengan pengajian Albar di Alun-alun Situbondo.
Masyarakat diperkirakan kembali memadati kawasan alun-alun untuk mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan tersebut.
Kirab Ancak Agung tahun ini sekaligus mempertemukan tiga momentum penting bagi masyarakat Situbondo, yakni peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Harjakasi ke-208, dan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.



