Jawa TimurProbolinggo

Dapur SPPG Kedopok Bikin Warga Resah! Bau Tak Sedap dan Suara Bising Jadi Sorotan, GMPK Turun Tangan

BeritaNasional.ID, PROBOLINGGO JATIM— Aktivitas salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan Jalan Mastrip, Gang Ukiran, Kelurahan Kedopok, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, menuai keluhan dari warga sekitar.

Keluhan tersebut mencakup dugaan belum optimalnya sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), munculnya aroma kurang sedap, hingga suara bising dari aktivitas dapur SPPG yang disebut berlangsung hingga malam hari.

Keluhan warga mencuat dalam perbincangan saat kegiatan barikan atau selamatan memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Minggu (17/8/2026) malam.

Salah seorang warga, Aan, mengatakan aroma tidak sedap beberapa kali tercium ketika dapur SPPG mulai beroperasi. Ia menduga kondisi tersebut berkaitan dengan pengelolaan limbah yang belum optimal.

“Kalau SPPG beroperasi kok bau ya? Sepertinya IPAL-nya kurang memadai,” ujar Aan.

Keluhan lain disampaikan Erwin, warga yang rumahnya berada di belakang bangunan SPPG. Menurutnya, selain persoalan bau, aktivitas dapur juga menimbulkan suara yang cukup mengganggu, terutama ketika berlangsung pada malam hari.

“Kalau sudah mulai beroperasi, suaranya ramai sekali, bising. Apalagi kalau beroperasi malam hari, saat warga menggunakan waktu untuk beristirahat,” ungkap Erwin.

Warga berharap pengelola SPPG segera mengevaluasi aktivitas operasional, khususnya terkait pengelolaan limbah dan tingkat kebisingan. Mereka ingin keberadaan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap memberikan manfaat tanpa mengurangi kenyamanan masyarakat di sekitarnya.

Persoalan lain yang turut menjadi perhatian warga adalah kendaraan roda dua milik karyawan yang disebut kerap diparkir di tepi jalan.

“Bukan apa-apa, ini mungkin salah satu perhatian kami. Akhir-akhir ini wilayah Kota Probolinggo kan rawan pencurian motor. Di sini juga tempatnya sepi. Kami khawatir kalau motor mereka hilang, kasihan juga,” imbuh Erwin.

Menanggapi keluhan tersebut, Ketua Gapembi Kota Probolinggo, Nur Fathur atau Gusnur, menyatakan akan kembali berkomunikasi dengan pihak pemilik SPPG.

“Saya akan komunikasikan lagi dengan pemiliknya,” kata Gusnur saat dikonfirmasi, Rabu (19/8/2026) siang.

Sementara itu, Ketua DPD GMPK Probolinggo Raya Sholehhuddin mengatakan pihaknya siap melakukan pengecekan langsung apabila keluhan masyarakat tersebut terbukti menimbulkan dampak terhadap lingkungan.

“Kalau memang dapur tersebut membuat dampak yang kurang baik, kami akan melakukan investigasi langsung ke lokasi. Apabila aktivitas MBG membuat masyarakat tidak nyaman, saya akan mendesak korwil untuk segera turun,” ujar Sholehhuddin.

Ia juga menyoroti persoalan kelengkapan IPAL. Menurutnya, apabila hasil pemeriksaan menemukan bahwa fasilitas pengolahan limbah belum memenuhi ketentuan, pihaknya akan mendorong agar operasional dihentikan sementara hingga persyaratan tersebut dipenuhi.

“Kalau kelengkapan IPAL belum terpenuhi, saya akan meminta ditutup sementara sampai kelengkapan IPAL terpenuhi. Apabila masih beroperasi tanpa kelengkapan IPAL, saya akan bersurat langsung ke BGN pusat,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh penjelasan dari pengelola SPPG mengenai kondisi IPAL, pengelolaan limbah, maupun standar operasional terkait kebisingan dan aktivitas dapur pada malam hari.

Warga berharap persoalan tersebut dapat segera ditindaklanjuti melalui komunikasi dan pemeriksaan yang melibatkan pihak terkait, sehingga program pemenuhan gizi tetap berjalan sekaligus menjaga kenyamanan lingkungan sekitar.

Dikutib-Beritajatim.com

 

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button