Setelah 28 Hari, Jenazah Korban KM Virgo Transport 8 Tiba di Pakisaji, Tangis Keluarga Pecah

BeritaNassional.ID, Kabupaten Malang – Penantian panjang keluarga Agus Ribut Setyabudi (48), korban kecelakaan Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8, akhirnya berakhir. Jenazah pria yang bekerja sebagai sopir truk ekspedisi PT ADR itu tiba di rumah duka di Dusun Sonotengah, Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 10.03 WIB.
Kedatangan jenazah disambut tangis dan suasana duka mendalam. Setelah 28 hari menanti kepastian nasib korban, keluarga akhirnya dapat membawa Agus kembali ke kampung halaman untuk dimakamkan.
Agus merupakan korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang terbalik di perairan Laut Jawa pada 13 September 2026. Kapal tersebut melayani rute pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin.
Istri korban, Anita Margi Utami(50), tak kuasa menahan kesedihan atas kepergian suaminya. Sementara itu, keluarga berusaha menerima musibah tersebut dengan ikhlas.
Keluarga Dapat Kabar dari Daftar Korban Ditemukan
Anak kandung korban, Aldi Ardiyansyah (21), mengungkapkan bahwa keluarga pertama kali memperoleh informasi mengenai penemuan jenazah ayahnya melalui pesan WhatsApp yang memuat daftar nama korban yang telah ditemukan.
Kabar tersebut menjadi titik terang bagi keluarga yang sebelumnya terus menunggu kepastian. Terlebih, keluarga sempat menerima informasi bahwa operasi pencarian oleh tim SAR telah ditutup.
“Alhamdulillah, jasad ayah bisa ditemukan. Sebelumnya kami mendapat kabar bahwa operasi pencarian dari tim SAR sudah ditutup. Namun, dari pihak KM Virgo ada tim yang kembali melakukan pencarian, dan nama ayah masuk dalam daftar korban yang ditemukan,” ungkap Aldi.
Menurut Aldi, keluarga menerima informasi penemuan jenazah pada Jumat dini hari, kemudian memperoleh kabar resmi melalui rilis yang diterima pada malam harinya. Informasi tersebut sekaligus memberikan kepastian bagi keluarga setelah berhari-hari menanti.
Meski kehilangan sosok ayah menjadi pukulan berat, terutama bagi sang ibu, Aldi menyatakan keluarga berusaha menerima kenyataan tersebut.
“Bagaimanapun, dengan adanya musibah ini, kami harus mengikhlaskan,” ujarnya.
Jasa Raharja Datangi Rumah Duka
Duka keluarga juga mendapat perhatian dari PT Jasa Raharja. Penanggung jawab Kantor Pelayanan Jasa Raharja Kepanjen, Triananda Alimiyadi, S.AB., mendatangi rumah duka pada Minggu pagi untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
Triananda menjelaskan, pihaknya memperoleh informasi resmi mengenai penemuan korban melalui siaran pers pada malam sebelumnya. Setelah menerima informasi tersebut, Jasa Raharja mendatangi keluarga untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus menindaklanjuti hak santunan bagi ahli waris.
“Untuk Jasa Raharja, hak santunan akan disalurkan kepada ahli waris korban, yakni istrinya,” jelasnya.
Penyaluran santunan tersebut ditujukan kepada ahli waris sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dimakamkan di Kampung Halaman
Setelah tiba di rumah duka, jenazah Agus Ribut Setyabudi kemudian dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Dusun Sonotengah, Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.
Pemakaman tersebut menjadi akhir dari penantian panjang keluarga untuk membawa Agus kembali ke kampung halaman. Meski kepergiannya meninggalkan kesedihan mendalam, keluarga kini dapat memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Bagi keluarga, kepulangan jenazah bukan sekadar berakhirnya penantian selama 28 hari, melainkan juga kesempatan untuk mengantarkan orang tercinta ke tempat peristirahatan terakhir dengan layak. (den)



