Simposium Ilmiah Mahasiswa FKIPK IAKN Kupang, Literasi Alkitab Jadi Fondasi Pendidikan Kristen Profesional

BeritaNasional.ID, KUPANG – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen (FKIPK), Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang, terus memperkuat budaya akademik dan kualitas calon pendidik Kristen melalui penyelenggaraan Simposium Ilmiah Mahasiswa Tahun 2026.
Mengusung tema “Literasi Alkitab sebagai Fondasi Keilmuan Pendidikan Kristen: Integrasi Iman, Pedagogi, dan Praktik Profesional,“ kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan pemikiran ilmiah sekaligus memperkuat integrasi nilai-nilai iman Kristen dalam dunia pendidikan.
Simposium tersebut menegaskan bahwa pendidikan Kristen tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan mengajar, tetapi juga pada pembentukan karakter, integritas, serta tanggung jawab moral calon pendidik dalam menjalankan profesinya.
Dekan FKIPK IAKN Kupang, Delsylia Tresnawaty Ufi, M.Si., yang diwawancarai, Rabu 14 Oktober 2026, menyampaikan bahwa Simposium Ilmiah Mahasiswa Tahun 2026 merupakan langkah strategis untuk membangun budaya akademik yang kuat sekaligus meningkatkan kualitas mahasiswa agar mampu menjadi pendidik Kristen yang unggul, berintegritas, dan profesional.
Menurut Delsylia, literasi Alkitab memiliki peran penting dalam membangun landasan keilmuan pendidikan Kristen. Pemahaman terhadap nilai-nilai Alkitab perlu diintegrasikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, pendekatan pedagogi, serta praktik profesional agar pendidikan tidak hanya menghasilkan peserta didik yang cerdas, tetapi juga memiliki karakter dan moral yang baik.
“Mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademik, tetapi juga karakter Kristiani, kemampuan berpikir kritis, serta tanggung jawab moral dalam menjalankan profesinya,” ungkap Delsylia.
Ia menegaskan, calon pendidik Kristen harus mampu memadukan pengetahuan, keterampilan profesional, dan nilai-nilai iman dalam setiap proses pembelajaran. Dengan demikian, pendidikan Kristen dapat menjadi sarana untuk membangun generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan komitmen terhadap nilai-nilai kebenaran.
Melalui simposium ini, mahasiswa juga didorong untuk mengembangkan kemampuan menyusun karya ilmiah, menyampaikan gagasan secara sistematis, serta membangun tradisi akademik yang kritis dan bertanggung jawab.
FKIPK IAKN Kupang berharap, karya ilmiah yang dihasilkan mahasiswa tidak berhenti pada forum presentasi, tetapi dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi publikasi pada jurnal ilmiah maupun book chapter. Upaya ini menjadi bagian dari strategi fakultas dalam meningkatkan produktivitas akademik dan memperluas kontribusi mahasiswa bagi perkembangan ilmu pendidikan Kristen.
Selain menjadi wadah pengembangan keilmuan mahasiswa, Simposium Ilmiah Mahasiswa Tahun 2026 juga diwarnai dengan penandatanganan Implementation Agreement (IA) atau perjanjian implementasi antara FKIPK IAKN Kupang dan Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW).
Penandatanganan IA ini menjadi langkah penting dalam memperkuat hubungan kelembagaan dan membuka peluang kolaborasi akademik antarkedua perguruan tinggi.
Melalui kerja sama tersebut, kedua institusi diharapkan dapat memperluas ruang kolaborasi dalam pengembangan kegiatan akademik, penelitian, publikasi ilmiah, serta peningkatan kapasitas mahasiswa dan dosen.
Kolaborasi antara perguruan tinggi juga penting untuk memperkaya perspektif keilmuan, memperluas jejaring akademik, dan menciptakan lingkungan pendidikan tinggi yang lebih produktif serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Kehadiran kerja sama tersebut dalam rangkaian simposium memperlihatkan bahwa penguatan kualitas pendidikan Kristen membutuhkan sinergi antarlembaga, selain komitmen internal dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan penelitian.
FKIPK IAKN Kupang berkomitmen mendorong penyelenggaraan simposium secara berkelanjutan, memperluas jejaring kerja sama, serta mendampingi mahasiswa agar semakin produktif dalam menghasilkan karya ilmiah yang bermutu dan memiliki dampak nyata.
Kegiatan tersebut sejalan dengan Asta Cita keempat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang menekankan penguatan pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan, sains, dan teknologi.
Literasi Alkitab dalam pendidikan Kristen diharapkan turut membentuk calon pendidik yang kompeten, berintegritas, memiliki karakter yang kuat, serta mampu menghadapi tantangan pendidikan di era modern. Selain itu, simposium ini relevan dengan Asta Protas keempat Kementerian Agama, yakni mewujudkan pendidikan unggul, ramah, dan terintegrasi.
Delsylia berharap, Simposium Ilmiah Mahasiswa dapat berkembang menjadi agenda akademik berkelanjutan yang tidak hanya meningkatkan kemampuan intelektual mahasiswa, tetapi juga membentuk karakter dan tanggung jawab profesional mereka.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan Kristen tidak semata-mata diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan lulusan menerapkan nilai-nilai iman dalam kehidupan profesional dan sosial.
“Kami berharap mahasiswa FKIPK tidak hanya menjadi lulusan yang unggul dalam pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga menjadi pendidik Kristen yang berkarakter, berintegritas, dan mampu menghadirkan nilai-nilai kasih, keadilan, serta kebenaran dalam praktik pendidikan dan kehidupan bermasyarakat,” tegasnya.
Melalui Simposium Ilmiah Mahasiswa Tahun 2026 dan penandatanganan IA bersama UKAW, FKIPK IAKN Kupang menegaskan komitmennya untuk membangun pendidikan Kristen yang memadukan iman, ilmu pengetahuan, dan profesionalisme.(*)
Alberto



