Undana–IFTK Ledalero Perkuat Kolaborasi, Bidik Riset Berdampak dan Pengembangan SDM Perguruan Tinggi

BeritaNasional.ID, KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) dan Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero memperkuat kolaborasi strategis di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta tata kelola perguruan tinggi. Kerja sama ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), memperkuat mutu akademik, dan menghasilkan riset yang mampu menjawab persoalan nyata masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Komitmen tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja dan audiensi resmi IFTK Ledalero yang berlangsung di Ruang Rapat Rektor, Gedung Rektorat Undana, Rabu (14/10/2026).
Delegasi Undana dipimpin Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Prof. Dr. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D. Ia didampingi Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama (BPKS), Yefri C. Adoe, S.E., M.AP.; Kepala LP3M, Dr. Ir. Jacob Matheos Ratu, M.Kes.; Sekretaris LP2M, Prof. Dr. Febri O. Nitbani, S.Si., M.Si.; Wakil Dekan II Fakultas Sains dan Teknik (FST), Dr. Ir. Erich Umbu Kondi Maliwemu, S.T., M.Eng.; Subkoordinator Kerja Sama, Happy Yandri Haning, S.Si.; serta Subkoordinator Humas, Ollien Manggol, S.KM., M.P.A., CRA., CRP.
Sementara itu, delegasi IFTK Ledalero dipimpin langsung Rektor Prof. Dr. Otto Gusti Ndegong Madung, SVD, bersama Kepala Rektorat IFTK, Johanes C. Manehitu.
Dalam sambutannya, Prof. Philiphi de Rozari menegaskan bahwa Undana berkomitmen untuk tidak menjadi menara gading, tetapi hadir dan berkontribusi bagi kemajuan pendidikan tinggi di NTT.
Menurutnya, setiap perguruan tinggi memiliki keunikan dan keunggulan masing-masing yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi. Karena itu, Undana ingin mendorong terciptanya ekosistem pendidikan tinggi yang memungkinkan seluruh perguruan tinggi di NTT berkembang bersama, saling mendukung, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Semangat tersebut menjadi landasan penguatan kerja sama Undana dan IFTK Ledalero, terutama dalam pengembangan kapasitas akademik, peningkatan mutu kelembagaan, serta pelaksanaan penelitian yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Rektor IFTK Ledalero, Prof. Dr. Otto Gusti Ndegong Madung, SVD, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Undana dalam membangun kolaborasi ant perguruan tinggi.
Ia menjelaskan, IFTK Ledalero saat ini memiliki tiga program studi baru, yakni Sistem Informasi, Desain Komunikasi Visual (DKV), dan Kewirausahaan. Pengembangan ketiga program studi tersebut membutuhkan dukungan sumber daya manusia dosen serta penguatan tata kelola akademik.
Oleh karena itu, kerja sama dengan Undana dinilai strategis untuk membantu IFTK Ledalero mengembangkan kualitas penyelenggaraan pendidikan dan meningkatkan kapasitas kelembagaannya.
Prof. Otto mengatakan, tindak lanjut nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang telah ditandatangani sebelumnya perlu diwujudkan melalui program-program yang lebih konkret dan terukur.
“Kerja sama itu bukan hanya di bidang pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, dan riset, tetapi juga di bidang tata kelola. Undana memiliki sistem teknologi digital yang sangat baik, sehingga kami ingin belajar banyak dari Undana,” ungkapnya.
Menurutnya, penguatan tata kelola berbasis teknologi digital menjadi salah satu kebutuhan penting bagi IFTK Ledalero dalam mengembangkan sistem administrasi dan pelayanan akademik yang lebih efektif.
Ia berharap kerja sama tersebut dapat ditindaklanjuti melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang memuat ruang lingkup kegiatan secara lebih spesifik, termasuk mekanisme pelaksanaan dan target yang ingin dicapai.
Dalam audiensi tersebut, Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Undana menawarkan sejumlah program pendampingan untuk mendukung peningkatan mutu akademik IFTK Ledalero.
Program yang dibahas mencakup pelatihan Pekerti dan Applied Approach (AA), pendampingan akreditasi program studi menuju predikat unggul, serta penguatan sistem penjaminan mutu internal.
Undana juga membuka peluang pertukaran mahasiswa lintas program studi yang relevan, pertukaran dosen, dan pendampingan penyusunan kurikulum.
Penataan jabatan akademik dosen turut menjadi perhatian karena berkaitan dengan pengembangan karier dosen dan pemenuhan persyaratan akreditasi program studi.
Selain itu, kedua institusi membahas pendampingan teknis penggunaan sistem BIMA untuk pengusulan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, termasuk berbagi informasi mengenai peluang beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bagi dosen dan mahasiswa.
Melalui berbagai bentuk pendampingan tersebut, IFTK Ledalero diharapkan dapat memperkuat kapasitas dosen, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta mempersiapkan program-program studinya agar mampu bersaing dan berkembang secara berkelanjutan.
Pada bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Undana menawarkan peluang kolaborasi untuk meningkatkan produktivitas riset, kualitas publikasi ilmiah, dan akses terhadap pendanaan penelitian.
Salah satu agenda yang dibahas adalah sinkronisasi dan penguatan rekam jejak penelitian melalui SINTA, terutama pada rumpun keilmuan yang memiliki irisan antara Undana dan IFTK Ledalero.
Kedua institusi juga menjajaki pemanfaatan fasilitas Klinik Riset LP2M Undana untuk pendampingan dan pembinaan penyusunan proposal hibah penelitian, termasuk peluang pendanaan kerja sama luar negeri.
Pendampingan teknis terkait sistem informasi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat juga menjadi bagian dari pembahasan. Hal ini mencakup proses pengusulan proposal hingga pelaporan luaran penelitian.
Kolaborasi tersebut diharapkan membuka ruang bagi dosen kedua perguruan tinggi untuk mengembangkan penelitian bersama, memperluas jejaring akademik, dan meningkatkan kualitas publikasi ilmiah.
Salah satu agenda strategis yang menjadi perhatian dalam audiensi tersebut adalah peluang keterlibatan IFTK Ledalero dalam program riset berdampak yang dikembangkan Undana bersama pemerintah daerah dan perguruan tinggi lainnya di NTT.
Rektor IFTK Ledalero, Prof. Otto Gusti Ndegong Madung, menjelaskan bahwa pendekatan belanja masalah yang diterapkan Undana menjadi salah satu peluang penting untuk membangun kolaborasi berbasis kebutuhan masyarakat.
Melalui pendekatan tersebut, persoalan prioritas di kabupaten menjadi dasar penyusunan agenda penelitian. Pemerintah daerah dan perguruan tinggi dapat bekerja sama mengidentifikasi masalah, merancang penelitian, serta menghasilkan rekomendasi yang dapat digunakan untuk mendukung pembangunan.
Prof. Otto menyampaikan harapan agar IFTK Ledalero dapat mengambil bagian dalam program riset berdampak tersebut, khususnya apabila Kabupaten Sikka ditetapkan sebagai salah satu lokasi prioritas pada 2027 berdasarkan hasil perencanaan pembangunan daerah.
Sejumlah persoalan yang berpotensi menjadi fokus penelitian bersama meliputi penyakit darah pisang, pengelolaan sampah, peningkatan literasi dan numerasi generasi muda, serta rebranding NTT.
Ia secara khusus menyoroti persoalan penyakit darah pisang yang dihadapi masyarakat di Flores. Penyakit tersebut menyebabkan tanaman pisang mengalami gangguan pertumbuhan dan gagal menghasilkan buah secara optimal sehingga berdampak pada produktivitas masyarakat.
Menurutnya, persoalan itu membutuhkan penelitian ilmiah untuk mengetahui penyebab serta menemukan solusi yang tepat.
“Di Flores, kami menghadapi persoalan penyakit darah pisang. Banyak tanaman pisang yang mati, tidak berbuah, sehingga perlu penelitian untuk mengetahui apa penyebabnya,” jelas Prof. Otto.
Ia berharap keterlibatan perguruan tinggi dalam riset berbasis persoalan masyarakat dapat menghasilkan solusi yang aplikatif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat maupun pemerintah daerah.
Bagi IFTK Ledalero, kesempatan tersebut juga menjadi ruang untuk memperluas kontribusi akademik melalui kolaborasi lintas disiplin dan sinergi dengan perguruan tinggi lain di NTT.
Namun, pelaksanaan program riset tersebut masih memerlukan tindak lanjut dan penyesuaian dengan prioritas pemerintah daerah, termasuk penetapan lokasi dan agenda penelitian untuk 2027.
Peluang kolaborasi juga dibahas pada tingkat fakultas, khususnya dengan Fakultas Sains dan Teknik (FST) Undana.
Dalam pemaparan perwakilan FST, kedua institusi menjajaki kerja sama lintas program studi, terutama yang berkaitan dengan Program Studi Ilmu Komputer dan Program Studi DIII Tenun Ikat.
Bentuk kerja sama yang direncanakan mencakup penyelenggaraan kuliah umum, pertukaran dosen, partisipasi bersama dalam konferensi ilmiah tingkat nasional maupun internasional, serta studi banding dengan Program Studi Ilmu Komputer FST Undana.
Kolaborasi tersebut diharapkan memperluas pertukaran pengetahuan dan pengalaman akademik, sekaligus meningkatkan kompetensi dosen dan mahasiswa.
Kerja sama lintas program studi juga membuka peluang untuk menghubungkan pengembangan teknologi informasi, kreativitas, kewirausahaan, dan potensi lokal dalam kegiatan pendidikan maupun penelitian.
Prof. Otto Gusti Ndegong Madung menegaskan bahwa masa depan perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan masing-masing institusi, tetapi juga oleh sejauh mana kampus mampu membangun kolaborasi.
Menurutnya, kemitraan ant perguruan tinggi menjadi kebutuhan penting untuk menjawab tantangan pendidikan tinggi sekaligus memperbesar kontribusi kampus dalam menyelesaikan persoalan pembangunan.
Karena itu, ia berharap kerja sama antara Undana dan IFTK Ledalero tidak berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi dilanjutkan dengan PKS dan pelaksanaan program yang jelas.
Audiensi tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat hubungan kelembagaan kedua perguruan tinggi. Melalui pengembangan SDM, pendampingan mutu akademik, penguatan tata kelola digital, kolaborasi penelitian, dan riset berdampak, Undana dan IFTK Ledalero berupaya membangun sinergi yang produktif dan berkelanjutan.
Kolaborasi ini sekaligus mempertegas semangat bahwa perguruan tinggi di NTT perlu maju bersama, saling melengkapi keunggulan, dan menghadirkan ilmu pengetahuan sebagai solusi bagi kebutuhan masyarakat serta pembangunan daerah.(*)
Alberto



